Dan LANGIT PUN BERPALING* (Situs Genosida di Sulawesi Tenggara)

*dari judul artikel Saiful Haq dibawah ini Tahun 1968 merupakan puncak dari penangkapan terhadap orang yang dituduh PKI di Sulawesi, di Kendari tercatat lebih dari 200 orang ditahan. Karena lembaga pemasyarakatan di Kendari tidak mencukupi maka dibangunlah Rumah Tahanan Militer di Kendari. Tahun 1969 beredar issue bahwa daerah Buton sebagai pusat pasokan senjata PKI dari…

Kado Joshua Oppenheimer Untuk Indonesia : Trilogi ‘The Act of Killing’ (Jagal), The Look of Silence (Senyap), The Globalization Tapes (Tetralogi + Disertasi)

*Judul disertasi Joshua Oppenheimer ‘Show of Force film, ghosts and genres of historical performance in the Indonesian genocide’  **ilustrasi cover : genosida 65-66 sebagai fondasi jalan tol kapitalisme Film ini berbicara tentang titik terpenting dari seluruh sejarah Republik Indonesia. Hadirnya film ini sendiri merupakan sebuah peristiwa sejarah yang sulit dicarikan duanya. Satu-satunya bandingan yang layak…

Utuy T. Sontani : Raksasa Dramaturg Terbesar di Masanya*, Klayaban (Eksil) di Rusia dan Merindu Sangat Istri Tercinta

*seperti penilaian Pramoedya Ananta Toer   “Nama dan bukunya yang di waktu-waktu yang lalu berkumandang ke seluruh penjuru Indonesia hampir-hampir dilupakan dan menjadi kenang-kenangan belaka. Hanya kadang-kadang dramanya terdengar dimainkan dengan minta nama Utuy T. Sontani muncul di alam pikiran sebagai raksasa dramaturg yang terbesar di masanya,” tulis Pramoedya Ananta Toer dalam buku Menggelinding 1. …

[jenderal-jenderal itu, masih berkuasa] dan Dia ‘Tak Pernah Kehilangan Cintanya’ (Kumpulan Sajak Astaman Hasibuan – Penyintas ’65)

sajak-sajak di dalam publikasi ini adalah sebagian kecil  dari [bakal] buku kumpulan sajak Astaman Hasibuan ‘Dia Tak Pernah Kehilangan Cintanya]  [yang belum menemukan penerbit]. terima kasih Bung Astaman Hasibuan untuk ijin publikasinya   Soe Tjen Marching : Astaman Yang Tak Kehilangan Cintanya Apa yang terjadi pada dinihari 1 Oktober 1965 itu? Siapa pembunuh para jenderal?…

[Situs Genosida] Puisi Senyap, Pilu, Genosida di Tanah Atjeh/Aceh 1965-1966

foto sampul : ‘screenshot’ dari trailer film Puisi Tak Terkuburkan   The campaign was launched as an aggressive attack, from 1 October 1965 conceived of as a means of seizing state power by bringing the executive functions of the state under military control and physically annihilating the military’s political enemies. It involved a full mobilisation…

1001 Martian Homes : Permenungan dan Imajinasi Tintin Wulia Ini Bermula Dari ‘Hilangnya’ Sang Kakek di Tahun 1965

  Dari meja makan Tavola Aperta itulah pesan Tintin melalui karyanya tersibak dengan lugas dan ringkas. Seperti diungkap Wendelin, Tintin berhasil mengunggah imajinasi sejarah tentang peristiwa yang berlangsung pada tahun 1965 di Indonesia menjadi sebuah karya instalasi seni kontemporer. Tintin tidak berkutat tentang keindonesiaan saja. Tetapi, Tintin menyasar global. Pola berulang seperti peristiwa politik di…

[Situs Genosida] Jejak Senyap Kekerasan Politik dan Budaya di Banyuwangi

Rural Violence in Klaten and Banyuwangi (hal 121-158) dalam buku The Indonesian killings of 1965-1966: studies from Java and Bali Pelenyapan Kaum Kiri Banyuwangi – Ika Ningtyas dkk Sejarah PKI Di Banyuwangi dan Pembantaian Cemethuk 18 Oktober 1965 – Ika Ningtyas Konflik Elit dan Kekerasan Arus Bawah: Pergolakan Politik 1965 di Banyuwangi -Tesis Master Hanif…

Penumpasan PGRS/PARAKU, Komunisme dan Pembersihan Etnis Tionghoa di Pedalaman Kalimantan Barat 1967

* Pasukan Gerilya Rakyat Serawak/Partai Rakyat Kalimantan Utara (PGRS/PARAKU)   Sejarah resmi selalu menyatakan bahwa pembantaian 1965 dimulai dari usaha kudeta Gerakan 30 September (G30S). Sejarah yang sama mengajarkan bagaimana jenderal-jenderal Angkatan Darat ditangkap dan disiksa oleh gerombolan G30S, yang sesungguhnya dipimpin oleh perwira-perwira muda Angkatan Darat. Mereka disiksa habis-habisan, muka mereka disilet, kemaluan dipotong,…

[Sejarah Yang Dihilangkan] Mencari Wikana yang ‘Dihilangkan’, Menemukan Kembali Elan ‘Revolusi Pemoeda’

klik Video Mata Najwa : Kronologis Penangkapan Wikana, Penculik Sang Proklamator Rumah “Penculikan” Soekarno-Hatta di Rengasdengklok   (Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana – Petrik Matanasi tirto.id Proklamasi 17 Agustus 1945 tak bisa dilepaskan dari peran Wikana dan pemuda-pemuda lain yang bersamanya mendesak golongan tua yang ragu untuk menyegerakan pernyataan kemerdekaan.   Pemuda Kiri Mendesak Proklamasi…