daftar isi – daftar arsip

lawan propaganda orba, bongkar sejarah (berseragam) palsu. ungkap kebenaran, tegakkan keadilan [menolak bungkam, menjadi saksi]

kontak kerja.pembebasan[at]gmail.com

 

“…tidak tahu, tidak mau tahu, pura-pura tidak tahu atau – inilah yang tragis – takut untuk tahu..

Peristiwa G30S adalah peristiwa politik. Ia berdampak hebat pada seluruh segi kehidupan bangsa. Tetapi yang paling tragis, lebih tragis dari peristiwanya sendiri, adalah dampaknya di bidang kebudayaan. Proklamasi Kemerdekaan 1945 bukan sekadar pemerdekaan politik. Tapi juga seruan pemerdekaan kebudayaan. Pemerdekaan dari kebodohan. Pemerdekaan dari rasa takut” (Hersri Setiawan, Memoar Pulau Buru hal 9-10)

Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.

(dipetik dari http://indoprogress.com/2012/09/wawancara-2/)

GENOSIDA 1965-1966 dikelola oleh Andreas Iswinarto

[ tukang gambar Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit ]

Situs Literasi (Online) Genosida 1965-1966 adalah situs terlengkap dengan 103 entry tematik (yang masih akan terus ditambahkan). Tentu kami tidak menyimpan ratusan Disertasi, Tesis, Paper Ilmiah, Artikel Opini, Berita dan bahan literasi lainnya, kami hanya memberikan petunjuk arah dengan menghimpun dan menghubungkan pembaca dengan lini-link publikasi online yang tersebar di dunia maya. Selain itu situs ini adalah satu-satunya situs yang menghimpun dokumentasi ratusan karya rupa dari puluhan seniman Indonesia terkait Genosida 65. Kami juga melengkapi situs ini dengan himpunan film/video serta karya seni lainnya

lawan propaganda orba, bongkar sejarah (berseragam) palsu. ungkap kebenaran, tegakkan keadilan [menolak bungkam, menjadi saksi] 

*catatan

Soe Tjen dan Joshua adalah catatan kecil untuk seri karya saya (andreas iswinarto) soal 65, namun saya pandang relevan juga untuk menghantar serial ini

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

 

[Sejarah Yang Dihilangkan] Mencari Wikana yang ‘Dihilangkan’, Menemukan Kembali Elan ‘Revolusi Pemoeda’ (Terbaru)

 

HANA TAN HANA: Death and Life of the Unknown (DN Made Ardana ‘Membaca’ Sejarah Kekerasan/Genosida 1965-… Bali) (terbaru)

 

Batu Karang Luka : Dari Imam Muhaji, Tan Swie Ling, Putmainah, Luh Sutari, Antonius P Rahardjo hingga Basuki Resobowo (terbaru)

 

Kaleidoskop Budaya : Melawan Hegemoni Sejarah Palsu Orde Baru (#Genosida65 Januari-Agustus ’17) (terbaru)

 

Genosida Intelektual 1965 dan Perampasan 16 Institusi Pendidikan ‘Kiri’ (terbaru)

Memori-Memori Terlarang dan Kekerasan Yang Masih Dirahasiakan (Situs Genosida ’65 Nusa Tenggara Timur) (terbaru)

 

Kaleidoskop Budaya : Melawan Hegemoni Sejarah Palsu Orde Baru (#Genosida65_68 Januari-Agustus ’17) (terbaru)

 

Membongkar ‘Pembenaran’ Genosida 1965 dan Kekerasan Budaya Orde Baru (Mengenang Wijaya Herlambang) (terbaru)

 

Mem PKI-kan Petani, Menjarah Tanah : Kekerasan dan Perampasan Tanah Pasca (Genosida) 1965 (terbaru)

 

Berziarah di Tanah Merah (Ziarah Situs Genosida di Boyolali, Sukoharjo, Pati, Surabaya, Blitar) – Agan Harahap (terbaru)

 

Putmainah Macan Podium Gerwani Blitar : Pengabdian, Plantungan, Rekonsiliasi dan Keteguhan Hati di Jalan Keadilan (terbaru)

 

Peluit Poncke Princen Dari Ladang Pembantaian Purwodadi : Suara Subversif Pertama ‘Menantang’ Rejim Genosida Orde Baru (terbaru)

 

Putusan IPT 1965 : Indonesia Lakukan Genosida [Memahami Lebih Jauh ABC Genosida] (terbaru)

Situs Genosida ’65 Bali : Suara Senyap Ladang Hitam Pembantaian (terbaru)

 

Kotak Pandora (Jejak) Suara (Senyap) Harian Rakjat [Sejarah yang Dihilangkan] (terbaru)

 

Tujuh Gubernur Soekarnois yang Dituduh Terlibat PKI dan Disingkirkan. Satu orang diculik dan dihilangkan, Satu Mengalami Persekusi Massa!  (terbaru)

 

 

PUTUSAN AKHIR MAJELIS HAKIM INTERNATIONAL PEOPLE’S TRIBUNAL 65 

Buku-buku Tentang Genosida 1965 / Peristiwa 1965 / Tragedi 1965 (khusus edisi bahasa Indonesia ) 

KUMPULAN TESIS -DISERTASI, DAN EBOOK LAINNYA TERKAIT GENOSIDA 1965

JEJAK KIRI DAN GENOSIDA 65-66 (SKRIPSI THESIS SANATA DHARMA) 

“THE 1965 COUP IN INDONESIA: QUESTIONS OF REPRESENTATION 50 YEARS LATER” – LITERARY STUDIES CONFERENCE SANATA DHARMA  

Putusan IPT 1965 : Indonesia Lakukan Genosida [Memahami Lebih Jauh ABC Genosida]

 

Membikin Terang ‘Ingatan Revolusi, Aksi Massa dan Sejarah Indonesia’ (*) yang Digelapkan

SUHARTO, RANTAI KOMANDO DAN KETOK PALU KEJAHATAN GENOSIDA 1965

THE SHADOW PLAY DAN / CIA REGIME IN INDONESIA : KETERLIBATAN PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT DALAM GENOSIDA 65-66

 PERMINTAAN MAAF WALI KOTA PALU KEPADA KORBAN PERISTIWA 1965 DAN JALAN TERJAL INISIATIF LOKAL

PENISANAN KUBURAN MASSAL 65-66 PLUMBON SEMARANG : MBAH KELIK MERINDUKAN ‘REKONSILIASI RUH’

LUKA BANGSA ‘1965’ : WARISAN GUS DUR, SYARIKAT INDONESIA DAN REKONSILIASI KULTURAL DI AKAR RUMPUT

SITUS-SITUS / JEJAK ‘GENOSIDA POLITIK 65’ DI SURAKARTA

Situs Genosida ’65 Bali : Suara Senyap Ladang Hitam Pembantaian

 

Peluit Poncke Princen Dari Ladang Pembantaian Purwodadi : Suara Subversif Pertama ‘Menantang’ Rejim Genosida Orde Baru

 

Memori-Memori Terlarang dan Kekerasan Yang Masih Dirahasiakan (Situs Genosida ’65 Nusa Tenggara Timur)

 

SITUS MEMORABILIA DAN INGATAN SEJARAH GENOSIDA 65 (KUBURAN MASSAL PLUMBON, WONOSOBO, MASEAN, ‘JEMBATAN BACEM’)

KERJA PAKSA – ‘PERBUDAKAN’ TAPOL 65 DI JAMAN ORDE BARU SUHARTO

 

Membongkar ‘Pembenaran’ Genosida 1965 dan Kekerasan Budaya Orde Baru (Mengenang Wijaya Herlambang)

 

SALAM HARAPAN PEREMPUAN-PEREMPUAN PEMENANG KEHIDUPAN (MENJADI SAKSI : PEREMPUAN-PEREMPUAN PENYINTAS GENOSIDA POLITIK 1965-1966 )

 

Membongkar ‘Pembenaran’ Genosida 1965 dan Kekerasan Budaya Orde Baru (Mengenang Wijaya Herlambang)

 

Genosida Intelektual 1965 dan Perampasan 16 Institusi Pendidikan ‘Kiri’

 

Mem PKI-kan Petani, Menjarah Tanah : Kekerasan dan Perampasan Tanah Pasca (Genosida) 1965 

 

Surat-surat Gatot Lestario : Asa Hingga Eksekusi & Solidaritas Internasional Hingga Melampaui Kematiannya

 

Batu Karang Luka : Dari Imam Muhaji, Tan Swie Ling, Putmainah, Luh Sutari, Antonius P Rahardjo hingga Basuki Resobowo

 

Jejak Seniman LEKRA Bachtiar Siagian Yang Dilenyapkan : Dari Drama Batu Merah Lembah Merapi, Film Tunrang hingga Violetta

 

[Sejarah Lisan dan Ingatan Sosial] Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 1965 

FITNAH DAN DUSTA KEJI DI BALIK LEGENDA LUBANG BUAYA (DAN GERWANI SEBAGAI KUMPULAN PEMBUNUH DAN SETAN)

Operasi Trisula: Pembantaian atas Anggota dan Simpatisan PKI di Blitar Selatan  

Kaleidoskop Budaya : Melawan Hegemoni Sejarah Palsu Orde Baru (#Genosida65_68 Januari-Agustus ’17)

 NESTAPA EKSIL 1965, KLAYABAN DI ‘PENGASINGAN’

HANTU-HANTU GENTAYANGAN : KAPAN KAMBUHNYA BAHAYA ‘PALU ARIT’?

Kotak Pandora (Jejak) Suara (Senyap) Harian Rakjat [Sejarah yang Dihilangkan]

LEKRA, SASTRA DAN 1965 

UMI SARDJONO, SULAMI, GERWANI, FITNAH LUBANG BUAYA DAN GENOSIDA 65 

 

Putmainah Macan Podium Gerwani Blitar : Pengabdian, Plantungan, Rekonsiliasi dan Keteguhan Hati di Jalan Keadilan

 

EKS TAPOL 1965 : DARI OEY HAY DJOEN, SIAUW GIOK TJAN, TAN SWIE LING HINGGA OEI HIEM HWIE

HERSRI SETIAWAN : DEBU SEJARAH PENYERU PEMERDEKAAN DARI KEBODOHAN DAN RASA TAKUT

 

Tujuh Gubernur Soekarnois yang Dituduh Terlibat PKI dan Disingkirkan. Satu orang diculik dan dihilangkan, Satu Mengalami Persekusi Massa!

 

Kaleidoskop Budaya : Melawan Hegemoni Sejarah Palsu Orde Baru (#Genosida65 Januari-Agustus ’17)

 

INDONESIAN MINISTER CAUGHT IN A COLD-WAR CLASH* (TRAGEDI MENTERI LUAR NEGERI INDONESIA** DR. SOEBANDRIO)

‘DANCE OF THE MISSING BODY’ : MENGENALI TUBUH MENARI DAN SEJARAH KEKERASAN BERSAMA RACHMI DIYAH LARASATI

 PELURUSAN SEJARAH PERISTIWA 1965 : MEMBEBASKAN NARASI SEJARAH DARI KEBOHONGAN ORBA (KUMPULAN OPINI DAN WAWANCARA ASVI WARMAN ADAM)

PULANG KE RUMAH SEJARAH : PELURUSAN & ATAU PENJERNIHAN & ATAU PENULISAN ULANG (KULIAH SINGKAT ASVI WARMAN ADAM-HILMAR FARID-BONNIE TRIYANA-JJ

SENYAP BUKAN BERARTI DIAM : REKONSILIASI NASIONAL PERISTIWA PASCA GESTAPU ALA GURU SEJARAH

(MEN-) ‘SUBVERSI’  SEJARAH (PRODUK PROPAGANDA ORDE BARU/PALSU) YANG HEGEMONIK DARI BANGKU SEKOLAH

SUPERSEMAR, KUDETA SUHARTO DAN GENOSIDA 1965-1966

KUDETA SUHARTO DAN DE-SOEKARNOISASI : SOEKARNO TELAH DIBUNUH DUA KALI! , 

MENGGULINGKAN SOEHARTO SEKALI LAGI : SUARA MEREKA YANG KALAH, SUARA MEREKA YANG MENOLAK TAKLUK 

AMANAT KONSTITUSI YANG TERPENGGAL : UUPA, LANDREFORM, GERAKAN TANI DAN GENOSIDA 65

AFTER THE KILLING OF 1965-66 (AND THE FALL OF SUHARTO IN 1998), WHERE IS THE LEFT?

A-Z : MENGENAL (KEBOHONGAN-KEJAHATAN) ORDE BARU

TAK HANYA RATUSAN RIBU KEPALA, PROKLAMASI 17-8-1945 PUN DITEBAS (EKOPOL GENOSIDA 1965)

HASTA MITRA (TANGAN SAHABAT) : BERTARUNG MELAWAN PEMBODOHAN

BUKU KIRI, ULTIMUS DAN BILVEN SANDALISTA

TAKDIR SASTRA ADALAH MEMBELA KORBAN – 13 CERPEN MARTIN ALEIDA DAN PUTU OKA SUKANTA

PUTU OKA SUKANTA : MENULIS ADALAH PERJUANGAN UNTUK HIDUP 

PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN TAKDIR SEJARAH MAX LANE : SEJARAH, 1965 DAN ELAN REVOLUSI INDONESIA (KOMPILASI ARTIKEL)

 SASTRA YANG MEMBELA KORBAN DAN MERETAS KABUT SEJARAH GENOSIDA 1965 

SUBRONTO K. ATMODJO : KOMPOSER PENDUKUNG FANATIK SOEKARNO LULUSAN (CUM LAUDE) SEKOLAH TINGGI MUSIK HANNS EISLER DAN PULAU BURU

 

Berziarah di Tanah Merah (Ziarah Situs Genosida di Boyolali, Sukoharjo, Pati, Surabaya, Blitar) – Agan Harahap

Syawal Itu Merah : Ziarah Luka Lintas 11 Kabupaten di Jawa Tengah dan Timur 

CERITA-CERITA #1965SETIAPHARI

INGAT 65 [CERITAKU CERITAMU CERITA KITA TENTANG 65]

BIOSKOP JEJAK GENOSIDA 65 (BAGIAN 1)

BIOSKOP JEJAK GENOSIDA 65 (BAGIAN 2)

BIOSKOP NYANYI SUNYI SEORANG BISU (PRAMOEDYA ANANTA TOER)

MELAWAN TABU DAN KEBISUAN, MENSUBVERSI FILM PROPAGANDA HITAM PENGKHIANATAN G30S/PKI 

KESAKSIAN ‘KORBAN’ WAJIB (MILITER EH) NONTON FILM (PROPAGANDA PALSU) G30S/PKI YANG  KEMUDIAN TERCERAHKAN.

FILM SANG PENARI : MENARI SEMBARI MENUMPANG KERETA SEJARAH… TSUNAMI SOSIAL-POLITIK 1965 TANPA MENYISAKAN LUKA?  

[Sejarah Yang Dihilangkan] Mencari Wikana yang ‘Dihilangkan’, Menemukan Kembali Elan ‘Revolusi Pemoeda’..

Warisan Amir Sjarifuddin  : Indonesia Raya, Internationale, Alkitab dan Pekik “Kaum buruh sedunia…”

 SEJARAH YANG DIHILANGKAN : “ISLAMISME DAN KOMUNISME” HADJI MOHAMMAD MISBACH DI ZAMAN BERGERAK

SEJARAH YANG DIHILANGKAN : SEMAOEN DAN KADIROEN DI PANGGUNG POLITIK ‘ZAMAN BERGERAK’ 

SEJARAH YANG DIHILANGKAN : SAMA RASA SAMA RATA MAS MARCO KARTODIKROMO DI ‘DOENIA BERGERAK’

MOZAIK JEJAK KIRI DI INDONESIA : KOTAK PANDORA ‘KEJATUHAN SUHARTO’ ATAWA HABIS (DI)GELAP(KAN) TERBITLAH TERANG , 

[ARSIP] JEJAK KIRI INDONESIA, GESTOK DAN GENOSIDA 65 – CERITA PAGI HASAN KURNIAWAN,   

[JASMERAH] SEJARAH GERAKAN KIRI YANG DIHILANGKAN

 

Sastra adalah Membela Korban – 13 Cerpen Martin Aleida dan Putu Oka Sukanta

 SETJANGKIR KOPI DARI PLAJA HINGGA NYANYI SUNYI KEMBANG-KEMBANG GENJER [1965 DI PANGGUNG TEATER], 

PADUAN SUARA DIALITA : SALAM HARAPAN PADAMU KAWAN 

SPATIAL HISTORY : PERTANYAAN SUBVERSI IRWAN AHMETT SOAL SUPERSEMAR (PRESENTASI SENI)    

PRISON SONG

MUSIK TIGAPAGI – SEMBOJAN 

ALBUM LAGU GENJER-GENJER 

EVIL WARS IN 1965 (MUSIK BENNY SOEBARDJA DKK)

THE ACT OF KILLING MIXTAPE (KOMPILASI MUSIK)  

STAND UP COMEDIAN MELAWAN TABU-MELAWAN LUPA

pameran online genosida politik 65-66 : 

Mereka yang bersenjatakan senapan dan peluru, mereka yang mempersiapkan diri menghadapi meriam dan tank, seringkali, sejarah menunjukkan, takut pada kata, warna, nada, juga gerak. Mereka takut pada seni yang tak mereka mengerti tapi mampu menggugah orang ramai.

Tidak heran jika di bawah kuasa tiran otoritarian pemberangusan berekspresi menjadi sebuah hal yang lazim. Pengusiran dan penggusuran jadi hal yang biasa, dan kekerasan menjadi bagian dari bahasa politik. Ketika kebebasan rakyat dirampas, para penguasa sebetulnya sedang memindahkan ketakutan mereka.

Seni yang mengikrarkan diri memuliakan manusia dan kemanusiaan selayaknyamembebaskan manusia dari ketakutan ini. Karena kuas lebih tangguh dari peluru!

Joshua Oppenheimer

“Kebenaran memang pernah absolut dan manusia tidak pernah lepas dari interpretasi. Namun hal inb ukan berarti bahwa manipulasi dan pembohongan bisa dibiarkan dan disamakan dengan suatu bentuk interpretasi. Ada hal yang jauh berbeda dari manipulasi dan interpretasi.

Dan seni bisa digunakan untuk menutupi, bahkan mendukung manipulasi publik. Hal ini telah terjadi pada masa Orde Baru. Disisi lainnya akan selalu lahir seni yang mempertanyakan dan melawan manipulasi yang telah merajalela. Seperti kata George Orwell: Pada masa kebohongan universal merajalela, menyatakan kebenaranmenjadi hal yang radikal.”

Soe Tjen Marching 

 

 Lorong Genosida (Politisida) 1965-1966Dadang ChristantoSanggar Bumi Tarung,Dolorosa SinagaElisabeth Ida Mulyani,  Dewi CandraningrumYayak YatmakaKoes KomoNobodycorp. Internationale UnlimitedKomunal Stensil, ,Didot Klasta HarimurtiMade Bayak Rangga Purbaya,  Andreas IswinartoTARINGPADIObed Bima WicandraMars NursmonoGregorius Soeharsojo Goenito,  SILENCE & ABSENCE [Adrianus Gumelar Demokrasno – Bunga Siahaan] Dewa Ngaken Made Ardana,   Daniel ‘Timbul’ Cahya Krisnakolaborasi Jagal Bukan Pahlawan!mozaik rupa : kuburan massal 65-66 bernama ‘indonesia’ ; Awas 30 S Art Project,  Daniel Rudi HaryantoTerrorPaint-Benk Riyadi-Riza-Suhendra-Awank,Rista Dwi IKoleksi Foto Kamp Konsentrasi Tahanan Politik 65The Act of Living – Perempuan Penyintas 1965 (feature foto)Okty Budiarti – KAMI BERNYAWA : Butiran Aksara Untuk Tragedi 65Kharisma Jati (komik), Aji Prasetyo (komik), Arip Hidayat (komik), Evans Poton dkk(komik), Eko S Bimantara (Komik), Museum Bergerak 1965Museum Rekoleksi Memori,  ‘Mwathirika’ and The Victim’s Silent Tale Kesetiaan, Keteguhan, Kesunyian Hingga Akhir Hayat (Mengenang Basuki Resobowo) 

Kenapa Genosida Politik / Politisida 1965-1966

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o

13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)