Kesaksian Heru Atmodjo tentang G30S (Bunga Bangsa yang Makamnya Dipindah Paksa dari TMP Kalibata)

“…..Rapat rapat puncak CIA di manila, Filipina diputuskan agar PKI dibuat ke lubang kejatuhannya sendiri. PKI yang berambisi terhadap kekuasaan serta konflik menajam dengan AD digunakan CIA untuk merancang konflik dengan Soekarno (peristiwa 1965). Kemudian Amerika Serikat memulai rancangannya dengan menyebarkan berbagai macam isu seperti isu Dewan Jendral. Menurut saya itu bentuk rekayasa karena setiap informasi intelejen harus dilihat siapa sumber dari informasi tersebut. Isu Dewan Jendral ini tidak berasal dari para jendral yang dituduhkan tersebut. Pak Yani (Jenderal Ahmad Yani) mengatakan tidak ada Dewan Jenderal yang berkonotasi politis. Memang ada yang disebut Dewan Pertimbangan Tinggi (Wanjakti) yang bertugas membuat evaluasi di dalam menentukan siapa-siapa yang berhak mendapatkan pangkat jenderal. Alangkah bodohnya Pak Yani jika beliau yang membuat Dewan Jenderal tersebut karena beliau dulu pada masa perlawanan terhadap PRRI/PERMESTA adalah komandan yang tidak menyetujui pembentukan Dewan Banteng, Dewan Gajah, Dewan Menguni, dll.”

dipetik dari Sumbang Tapi Benar – Kesaksian 1 Oktober 1965  Sumbang Tapi Benar – Kesaksian 1 Oktober 1965  

(Wawancara Heru Atmodjo, Mantan Perwira Intelejen Angkatan Udara, saksi peristwa 1 Oktober 1965 dengan reporter Bingkai Merah, 29 September 2009.)

Pembantaian Massal Orde Baru Dibalik Strategi CIA – Letkol Pnb Heru Atmodjo

 

tentang kesaksian lengkap Heru Atmodjo telah dibukukan oleh Hasta Mitra 

 1990054_850eb109-ae9f-4c4d-b4ea-419b1f68a77f

sambutan buku :

“Buku Heru Atmodjo ini bagus bila disandingkan dan dibandingkan dengan buku yang diterbitkan sebelumnya dari kalangan AURI. Bila ada fakta yang berlawanan, kita perlu melakukan cek silang..Disini letak penting sejarah lisan yang memberikan kesempatan pada korban untuk bersuara. Meskipun mungkin suara itu berbeda.” – Asvi Warman Adam, Sejarawan dan Peneliti Senior LIPI –


Mungkin untuk waktu masih lama kita tidak akan mendapatkan jawaban pasti siapa aktor intelektual di balik peristiwa Gestok I965. Tetapi tidak mengapa karena satu kemajuan berarti sudah dicapai : konsensus nasional bulat menyepakati bahwa versi Jenderal Soeharto yang selama ini beredar adalah suatu rekayasa. Berangsur-angsur akan terungkap produk masterpiece intelligence penumbangan Soekarno yang telah mengubah bukan saja wajah Indonesia akan tetapi juga peta politik dunia. – Joesoef Isak, wartawan senior/ex-Tapol-

 

Berakhirnya Orde Baru menimbulkan keberanian dari pelaku sejarah untuk mengungkapkan apa yang terjadi pada tahun 1965. Di kantor Kontras Jakarta, Senin(4/10), diluncurkan buku sejarah tahun 1965 dengan judul Gerakan 30 September 1965, kesaksian Letkol Heru Atmodjo. “Buku ini sebagai klarifikasi atas produk masa kini, karena orang melihat peristiwa G 30 S/PKI dilihat dengan cara sepotong-sepotong,” kata Heru Atmojo. Penerbitan buku ini juga dikaitkan dengan teori dari Coen Holtzappel yang menyebutkan Heru Atmodjo sebagai “dalang” Gerakan 30 September.

Kesaksian mantan Asisten Direktur Intelijen AURI saat terjadi peristiwa tahun 1965 ini, menurut sejarawan Aswi Warman Adam, sangat penting. Karena, dia salah satu tokoh kunci yang masih hidup. Sehingga kesaksiannya dapat meluruskan sejarah yang dinilai telah dibengkokkan. “Selain sebagai kesaksian baru, buku ini juga melengkapi penulisan sejarah AURI,” kata Aswi, Peneliti Senior LIPI. Buku ini, lanjut dia juga mematahkan teori “dalang” gerakan 30 September digerakkan oleh Dinas Intelijen dibawah Heru Atmodjo.Menurut Aswi, dirinya mendorong penulis untuk segera membukukan kesaksiannya atas peristiwa tersebut. Hal ini dikarenakan pemerintah Indonesia, lewat Menteri Pendidikan Nasional, telah membuat draf penelitian sejarah tahun 1965 yang diketuai Prof. Taufik Abdulah. Dalam buku setebal 288, Heru Atmodjo menceritakan secara lengkap perannya saat peristiwa G30S

Dia menceritakan sehari sebelum peristiwa dan empat hari setelah peristiwa tersebut. “Saya tidak pernah ikut rapat dan saya tidak pernah kenal satu pun orang yang PKI tersebut,” kata dia. Menyangkut tanda tangan dirinya dalam naskah Dewan Revolusi, ia mengaku tanda tangan tersebut dipalsukan orang lain.Aswi menambahkan, versi yang terlengkap untuk menjelaskan teori G30S/PKI adalah versi presiden Soekarno. Menurut Aswi, penjelasan versi Bung Karno dalam Pidato Nawaksara tanggal 10 Januari 1967 adalah paling komprehensif. “Peristiwa itu disebabkan keblingeran pimpinan PKI, kelihaian suversi nekolim, dan adanya oknum yang tidak benar,” kata dia.Sutarto – Tempo

Sumber Letkol Heru Atmodjo Luncurkan Buku soal G30S/PKI – tempo.co

YPKP: Heru Atmodjo Tak Sadar Namanya Dicatut Letkol Untung

Biografi Singkat Heru Atmodjo – tirto.id

Otobiografi Heru Atmodjo – pengantar buku oleh Joesoef Isak

Makam-Heru

Membongkar Sejarah Makam Kalibata – Bonnie Triyana

Karena dituduh komunis, makam Heru Atmodjo di Kalibata dibongkar. Revanchisme atau ahistorisme?

 

 

Letkol (Penerbang) Heru Atmodjo, wafat pada 29 Januasi 2011 dan dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Pada acara pemakaman, wakil pemerintah dan TNI bahkan mengucapkan penghargaan atas bhakti, kesetiaan dan jasa serta pengabdian almarhum kepada RI. Upacara kemiliteran satu regu prajurit AURI melakukan salvo senjata, pengheningan cipta dan diiringi musik penghormatan terakhir bagi sang pahlawan, menjadi tanda melepas kepergian sang pahlawan. Bukan tiba-tiba jika almarhum Heru Atmodjo dimakamkan di TMP Kalibata. Ia tercatat sebagai penyandang bintang penghargaan dari pemerintah karena jasa-jasanya sewaktu perang kemerdekaan.
Heru adalah perwira AURI yang terlibat dalam operasi pembebasan Papua. Lantaran itu Heru berhak dimakamkan di taman makam pahlawan. Sejumlah bintang penghargaan masih melekat kepadanya, hingga akhir hayatnya. Belum pernah ada pernyataan resmi bahwa bintang penghargaan tersebut dicabut. Semasa hidupnya, Heru Atmodjo, adalah perwira AURI dengan jabatan Asisten Direktur Intelijen AURI saat terjadi peristiwa tahun 1965 ini. Ia pun dituding terlibat dalam G30S karena nama dan tanda tangannya dicatut dalam susunan Dewan Revolusi (sumber buku: “Gerakan 30 September 1965, kesaksian Letkol Heru Atmodjo”).
Heru dijebloskan di penjara Salemba dan Cipinang selama 15 tahun tanpa pernah diadili. Jatuhnya rezim Soeharto dan lahirnya era reformasi membebaskannya bersama ratusan tahanan politik yang dituduh berafiliasi dengan PKI. Apa yang terjadi dengan negara ini dalam menghargai pahlawannya. Belum genap 100 hari ia dimakamkan, pada hari Jumat, bulan Maret 2011 (tanggal pastinya masih kita pastikan), makam Almarhum Heru Atmodjo dibongkar dan dipindahkan ke Sidoarjo. Pemindahan dilakukan karena kuatnya tekanan pihak luar bisa Almarhum masih dimakamkan di TMP Kalibata . Untuk memastikan kabar ini, aktivis Keluarga Besar Rakyat Demokratik (KBRD), hari ini, 25 April 2011, mendatangi makam Heru Atmodjo di TMP Kalibata. Pada makam yang kami yakini adalah makam Almarhum Heru Atmodjo telah dibongkar. Papan nama Heru Atmodjo juga dicabut. Tersisa gundukan tanah merah! Pihak keamanan makam tidak bersedia memberikan keterangan, hanya dari beberapa petugas lapangan menyatakan benar ada makam yang dibongkar, dan itu baru kali ini terjadi. (Lilik Hs)

 

Bunga Bangsa yang Ditolak dan Menolak Dimakamkan di Kalibata – tirto.id

 heru0

#posteraksi Nobodycorps Internationale Unlimited

serba-serbi ‘politik’ Taman Makan Pahlawan Kalibata

 :
Taman Makam Pahlawan sebagai Alat Propaganda  -tirto


Angkatan Darat Mendominasi Makam Pahlawan Kalibata – tirto

Tokoh PKI di TMP Kalibata

Simak 140 ‘entry’ tematik lainnya pada link berikut

Prakata dan Daftar Isi Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s