Membongkar ‘Pembenaran’ Genosida 1965 dan Kekerasan Budaya Orde Baru (Mengenang Wijaya Herlambang)

Dari lubuk hati kami yang terdalam, kami juga ingin menyampaikan terimakasih kepada almarhum Dr Wijaya Herlambang atas dedikasinya yang telah diberikan sejak awal persiapan IPT 1965 dilakukan, sampai dengan akhir persidangan IPT 1965. Dalam kesakitannya yang tak terperikan, almarhum telah mendedikasikan bagian akhir hidupnya  yang berharga, untuk ikut mensukseskan IPT 1965.

dari sambutan Sekretariat Yayasan IPT 196 untuk buku Laporan Akhir Pengadilan Rakyat Internasional 1965

*ilustrasi cover Koes Komo

 

Kesaksian Wijaya Herlambang di Pengadilan Rakyat 1965 tetang Kekerasan Budaya Pasca 1965

 

3 warisan Wijaya Herlambang untuk anak muda di Indonesia – Febriana Firdaus

Putusan IPT 1965 dan Sumbangan Wijaya Herlambang – Ilham Miftahuddin

 

“Saat moralitas dibangun di atas kuburan massal dan diamankan melalui teror serta kebohongan, kehampaan moral tak syak lagi terjadi. Wijaya Herlambang dengan cemerlang menganalisa perkembangan historis dan dinamika diskursif dari kehampaan ini, menguak gagasan-gagasan yang membuat kebohongan tampak benar.”— Joshua Oppenheimer, sutradara film dokumenter The Act of Killing

Orde Baru sukses dalam memelintir sejarah kiri di Indonesia untuk mencitrakannya sebagai ideologi iblis yang menjadi ancaman terbesar bagi negara. Terbukti, jauh sesudah Orde Baru jatuh, anti-komunisme tetap bercokol kuat dalam masyarakat Indonesia. Buku ini menjelajahi kembali faktor-faktor yang membentuk dan memelihara ideologi anti-komunis itu, bukan saja sebagai hasil dari kampanye politik, melainkan juga hasil dari agresi kebudayaan, terutama melalui pembenaran atas kekerasan yang dialami oleh anggota dan simpatisan komunis pada 1965-1966.

Buku ini menganalisis upaya pemerintah Orde Baru beserta agen-agen kebudayaannya dalam memanfaatkan produk-produk budaya untuk melegitimasi pembantaian 1965-1966. Dengan bukti-bukti empiris ditunjukkan bahwa intervensi langsung CIA kepada para penulis dan budayawan liberal Indonesia untuk membentuk ideologi anti-komunisme bukanlah isapan jempol belaka. Siapa saja penulis yang terlibat? Bagaimana metodenya? Sebagai tambahan, buku ini juga menganalisis perlawanan kelompok-kelompok kebudayaan Indonesia kontemporer terhadap warisan anti-komunisme Orde Baru itu. Marjin Kiri

 

Screen-Shot-2017-01-19-at-8.48.28-AM

 

Yang Saya Kenang dari Wijaya Herlambang – Martin Suryajaya

Wijaya Herlambang Dalam Kenangan Pemuda Islam Kiri – Roy Murtadho

RIP Wijaya Herlambang: Membongkar Dusta Agen Kebudayaan – Ubaidilah Muchtar

Wijaya Herlambang : “Salihara dan Freedom Institute itu Lembaga Sampah!”

September: Meninjau Kembali Mimpi Buruk Sebuah Bangsa – Wijaya Herlambang

GM DAN PENGEMBALIAN BAKRIE AWARD – Wijaya Herlambang

Wijaya Herlambang: G/30/S/PKI dan teror dalam kebudayaan

Wijaya Herlambang: Fighting back against cultural violence

 

Goenawan Mohamad dan Politik Kebudayaan Liberal Pasca 1965 – Martin Suryajaya

 

Orde Baru dan Kebencian terhadap Komunisme yang Tak Kunjung Usai –Fathimah Fildzah Izzati

Humanisme Universal, Orde Baru, dan Penghancuran Komunisme di Indonesia – Ibnu Nadzir

PELEMBAGAAN KEKERASAN BUDAYA MELALUI SASTRA DAN FILM -Teguh Hindarto

Wijaya Herlambang: Menggugat Ingatan Kolektif terhadap Tragedi 1965 – ILHAM MIFTAHUDDIN

MENGAPA IDEOLOGI ANTIKOMUNIS WARISAN ORDE BARU MASIH KUKUH HINGGA SEKARANG -Yunantyo Adi S

Mengungkap Propaganda Kebudayaan Amerika dan Pemerintah Orde Baru Dibalik Pembantaian Massal 1965-1966 K.A. Sulkhan

screen-shot-2015-12-05-at-2.29.24-pm

Referensi Pendukung :

ebook Indonesian Literature vs New Order Orthodoxy The Aftermath of 1965–1966 ANNA-GRETA NILSSON HOADLEY

ebook “The 1965 Coup in Indonesia: Questions of Representation 50 Years Later” [The 3rd LITERARY STUDIES CONFERENCE]

Pengkhianatan G30S/PKI: Legitimasi Anti-Komunisme Orde Baru Melalui Film Rangga Jhody Alwantio, Anggota SEMAR UI

Pengkhianatan G30S PKI, Menurut FPI – Windu Jusuf

Film PKI, Seberapa Berhasil Propaganda Orde Baru?

Kekuatan Film Pengkhianatan G30S/PKI Luar Biasa

Penghianatan G 30 S PKI, Menuai Kejanggalan Sejarah

KUDETA POLITIK 1965 PADA NOVEL SEPTEMBER KARYA NOORCA M. MASSARDI: KAJIAN INTERTEKSTUALITAS Nunung Nurnaningsih

REPRESENTASI TRAGEDI 1965: KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA DAN NONSASTRA TAHUN 1966 – 1998 (Ringkasan Disertasi) Yoseph Yapi Taum

Tragedi 1965 dalam Karya-Karya Umar Kayam: Perspektif Antonio Gramsci – Yoseph Yapi Taum

MENYAKSIKAN JIWA-JIWA YANG DIBANTAI: MENGAJARKAN TRAGEDI 1965 MELALUI SASTRA Yoseph Yapi Taum

RONGGENG DUKUH PARUK AHMAD TOHARI SEBAGAI MEMORI KOLEKTIF DAN SARANA REKONSILIASI BANGSA – Yoseph Yapi Taum

STRATEGI MOCHTAR LUBIS DALAM MEMPERTAHANKAN PROPAGANDA ORDE BARU MELALUI BUKU CERITA PENDEK KULI KONTRAK – Heru Joni Putra 

 

Simak 120 ‘entry’ tematik lainnya pada link berikut

Prakata dan Daftar Isi Genosida 1965-1966

 

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s