[Situs Genosida] Puisi Senyap, Pilu, Genosida di Tanah Atjeh/Aceh 1965-1966

foto sampul : ‘screenshot’ dari trailer film Puisi Tak Terkuburkan   The campaign was launched as an aggressive attack, from 1 October 1965 conceived of as a means of seizing state power by bringing the executive functions of the state under military control and physically annihilating the military’s political enemies. It involved a full mobilisation…

1001 Martian Homes : Permenungan dan Imajinasi Tintin Wulia Ini Bermula Dari ‘Hilangnya’ Sang Kakek di Tahun 1965

  Dari meja makan Tavola Aperta itulah pesan Tintin melalui karyanya tersibak dengan lugas dan ringkas. Seperti diungkap Wendelin, Tintin berhasil mengunggah imajinasi sejarah tentang peristiwa yang berlangsung pada tahun 1965 di Indonesia menjadi sebuah karya instalasi seni kontemporer. Tintin tidak berkutat tentang keindonesiaan saja. Tetapi, Tintin menyasar global. Pola berulang seperti peristiwa politik di…

[Situs Genosida] Jejak Senyap Kekerasan Politik dan Budaya di Banyuwangi

Rural Violence in Klaten and Banyuwangi (hal 121-158) dalam buku The Indonesian killings of 1965-1966: studies from Java and Bali Pelenyapan Kaum Kiri Banyuwangi – Ika Ningtyas dkk Sejarah PKI Di Banyuwangi dan Pembantaian Cemethuk 18 Oktober 1965 – Ika Ningtyas Konflik Elit dan Kekerasan Arus Bawah: Pergolakan Politik 1965 di Banyuwangi -Tesis Master Hanif…

Penumpasan PGRS/PARAKU, Komunisme dan Pembersihan Etnis Tionghoa di Pedalaman Kalimantan Barat 1967

* Pasukan Gerilya Rakyat Serawak/Partai Rakyat Kalimantan Utara (PGRS/PARAKU)   Sejarah resmi selalu menyatakan bahwa pembantaian 1965 dimulai dari usaha kudeta Gerakan 30 September (G30S). Sejarah yang sama mengajarkan bagaimana jenderal-jenderal Angkatan Darat ditangkap dan disiksa oleh gerombolan G30S, yang sesungguhnya dipimpin oleh perwira-perwira muda Angkatan Darat. Mereka disiksa habis-habisan, muka mereka disilet, kemaluan dipotong,…

[Sejarah Yang Dihilangkan] Mencari Wikana yang ‘Dihilangkan’, Menemukan Kembali Elan ‘Revolusi Pemoeda’

klik Video Mata Najwa : Kronologis Penangkapan Wikana, Penculik Sang Proklamator Rumah “Penculikan” Soekarno-Hatta di Rengasdengklok   (Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana – Petrik Matanasi tirto.id Proklamasi 17 Agustus 1945 tak bisa dilepaskan dari peran Wikana dan pemuda-pemuda lain yang bersamanya mendesak golongan tua yang ragu untuk menyegerakan pernyataan kemerdekaan.   Pemuda Kiri Mendesak Proklamasi…

HANA TAN HANA: Death and Life of the Unknown (DN Made Ardana ‘Membaca’ Sejarah Kekerasan/Genosida 1965-… Bali)

cover foto I Dewa Ngakan Made Ardana_Potrait of Me, Onda, and Brothers_200 x 300 cm,Oil on Canvas, 2016 (foto REDBASE) …latar……………… Pada karya saya saat ini, saya ingin sedikit bercerita tentang ketertarikan saya untuk menekuni sejarah kekerasan 1965 di Bali. Dalam posisi saya sebagai seniman, melalui bahasa rupa, saya membuat eksperimentasi-eksperimentasi tentang bagaimana sejarah disajikan dan…

Batu Karang Luka : Dari Imam Muhaji, Tan Swie Ling, Putmainah, Luh Sutari, Antonius P Rahardjo hingga Basuki Resobowo

Survivor (Penyintas) Genosida 65-68   Imam Muhaji: Profil Aktivis Komunis Lokal – Andi Achdian Imam adalah seorangpemimpin Committee Seksi (CS) Partai Komunis Indonesia(PKI) di kecamatan Papar, kabupaten Kediri (saat 1965) Sutarni Kerabat Sang Penguasa Sutarni adalah ibu rumahtangga istri Nyoto Menteri Negara, Ketua II Comite Central Partai Komunis Indonesia, pemimpin redaksi koran Harian Rakyat dan…

Memori-Memori Terlarang dan Kekerasan Yang Masih Dirahasiakan (Situs Genosida ’65 Nusa Tenggara Timur)

  Memori-Memori Terlarang, Perempuan Korban & Penyintas Tragedi ’65 di Nusa Tenggara Timur Editor : Mery Kolimon & Liliya Wetangterah Penerbit : Yayasan Bonet Pinggupir Buku ini disusun oleh Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) bekerjasama dengan Fakultas Teologi Universitas Kristen ARTHA WACANA, ICTIJ dan Kerk in Actie ini terdiri dari 8 Bab, yakni Memori-memori terlarang:…

Genosida Intelektual 1965 dan Perampasan 16 Institusi Pendidikan ‘Kiri’

Menurut Abdul Wahid, peristiwa pembunuhan massal 1965 dapat disebut sebagai “politisida atau genosida”, sedangkan pemberangusan yang juga terjadi di dunia akademik ia menyebut dengan istilah “Intellectualcide” (Genosida Intelektual) …….. Terjadinya operasi militer pada 30 September 1965 yang telah membunuh 6 Jenderal dan 1 Perwira Tinggi TNI AD, disikapi oleh militer pro-Soeharto dengan bergerak cepat dan…