[Sejarah Yang Dihilangkan] Mencari Wikana yang ‘Dihilangkan’, Menemukan Kembali Elan ‘Revolusi Pemoeda’

klik Video Mata Najwa : Kronologis Penangkapan Wikana, Penculik Sang Proklamator Rumah “Penculikan” Soekarno-Hatta di Rengasdengklok   (Tiada) Proklamasi Indonesia Tanpa Wikana – Petrik Matanasi tirto.id Proklamasi 17 Agustus 1945 tak bisa dilepaskan dari peran Wikana dan pemuda-pemuda lain yang bersamanya mendesak golongan tua yang ragu untuk menyegerakan pernyataan kemerdekaan.     Pemuda Kiri Mendesak…

HANA TAN HANA: Death and Life of the Unknown (DN Made Ardana ‘Membaca’ Sejarah Kekerasan/Genosida 1965-… Bali)

cover foto I Dewa Ngakan Made Ardana_Potrait of Me, Onda, and Brothers_200 x 300 cm,Oil on Canvas, 2016 (foto REDBASE)   …latar……………… Pada karya saya saat ini, saya ingin sedikit bercerita tentang ketertarikan saya untuk menekuni sejarah kekerasan 1965 di Bali. Dalam posisi saya sebagai seniman, melalui bahasa rupa, saya membuat eksperimentasi-eksperimentasi tentang bagaimana sejarah disajikan…

Batu Karang Luka : Dari Imam Muhaji, Tan Swie Ling, Putmainah, Luh Sutari, Antonius P Rahardjo hingga Basuki Resobowo

Survivor (Penyintas) Genosida 65-68   Imam Muhaji: Profil Aktivis Komunis Lokal – Andi Achdian Imam adalah seorangpemimpin Committee Seksi (CS) Partai Komunis Indonesia(PKI) di kecamatan Papar, kabupaten Kediri (saat 1965) Sutarni Kerabat Sang Penguasa Sutarni adalah ibu rumahtangga istri Nyoto Menteri Negara, Ketua II Comite Central Partai Komunis Indonesia, pemimpin redaksi koran Harian Rakyat dan…

Memori-Memori Terlarang dan Kekerasan Yang Masih Dirahasiakan (Situs Genosida ’65 Nusa Tenggara Timur)

  Memori-Memori Terlarang, Perempuan Korban & Penyintas Tragedi ’65 di Nusa Tenggara Timur Editor : Mery Kolimon & Liliya Wetangterah Penerbit : Yayasan Bonet Pinggupir Buku ini disusun oleh Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) bekerjasama dengan Fakultas Teologi Universitas Kristen ARTHA WACANA, ICTIJ dan Kerk in Actie ini terdiri dari 8 Bab, yakni Memori-memori terlarang:…

Genosida Intelektual 1965 dan Perampasan 16 Institusi Pendidikan ‘Kiri’

Menurut Abdul Wahid, peristiwa pembunuhan massal 1965 dapat disebut sebagai “politisida atau genosida”, sedangkan pemberangusan yang juga terjadi di dunia akademik ia menyebut dengan istilah “Intellectualcide” (Genosida Intelektual) …….. Terjadinya operasi militer pada 30 September 1965 yang telah membunuh 6 Jenderal dan 1 Perwira Tinggi TNI AD, disikapi oleh militer pro-Soeharto dengan bergerak cepat dan…

Membongkar ‘Pembenaran’ Genosida 1965 dan Kekerasan Budaya Orde Baru (Mengenang Wijaya Herlambang)

Dari lubuk hati kami yang terdalam, kami juga ingin menyampaikan terimakasih kepada almarhum Dr Wijaya Herlambang atas dedikasinya yang telah diberikan sejak awal persiapan IPT 1965 dilakukan, sampai dengan akhir persidangan IPT 1965. Dalam kesakitannya yang tak terperikan, almarhum telah mendedikasikan bagian akhir hidupnya  yang berharga, untuk ikut mensukseskan IPT 1965. dari sambutan Sekretariat Yayasan…

Mem PKI-kan Petani, Menjarah Tanah : Kekerasan dan Perampasan Tanah Pasca (Genosida) 1965

*studi kasus dari Banyuwangi, Jember, Sragen,  Indramayu, Cilacap, Labuhan Batu   Perampasan tanah-tanah pada periodisasi 1965-1976 inilah yang terbesar dan paling banyak memakan korban jiwa, tidak saja di Jawa Timur, namun juga di seluruh Indonesia, yang tidak saja konflik secara langsung yang menyebabkan petani dikorbankan, namun stigmatisasi ideologi dan cap-cap komunisme terhadap perjuangan petani di…

Berziarah di Tanah Merah (Ziarah Situs Genosida di Boyolali, Sukoharjo, Pati, Surabaya, Blitar) – Agan Harahap

Publikasi ini memuat catatan kritis (‘subversif’) Agan Harahap dari Lubang Buaya serta catatan ziarahnya ke situs genosida di Boyolali, Sukoharjo, Pati, Surabaya, Blitar. Terima kasih bung Agan Harahap untuk ijin pemuatannya.   Sebagaimana kita ketahui, bahwa sejarah adalah berasal dari pihak pemenang. Dan bila kita menilik dari bentuk-bentuk provokasi di film, di museum Lubang Buaya…

Peluit Poncke Princen Dari Ladang Pembantaian Purwodadi : Suara Subversif Pertama ‘Menantang’ Rejim Genosida Orde Baru

Dalam keterangan persnya Poncke mengungkapkan bahwa Dandim 0717/ Purwodadi Letkol. Tedjo Suwarno berperan penting dalam peristiwa tersebut. Pernyataan Tedjo Suwarno,“lebih baik kalian (masyarakat) membersihkan (komunis) sendiri daripada saya yang membersihkannya,” diperkirakan menjadi pendorong utama terjadinya kekerasan di Purwodadi ………… Selang beberapa hari setelah tersiarnya kabar pembunuhan massal di Purwodadi, banyak petinggi Angkatan Darat waktu itu,…

Putusan IPT 1965 : Indonesia Lakukan Genosida [Memahami Lebih Jauh ABC Genosida]

*ilustrasi karya sekaligus  dokumentasi Dadang Christanto   Putusan akhir pengadilan rakyat internasional atas kejahatan kemanusiaan periode 1965 di Indonesia atau International People’s Tribunal (IPT) 1965 menyebutkan, Indonesia harus bertanggung jawab atas 10 tindakan kejahatan hak asasi manusia (HAM) berat pada 1965-1966. Salah satu dari 10 kejahatan HAM itu ialah genosida atau tindakan sengaja untuk menghancurkan sebagian atau…