Kotak Pandora (Jejak) Suara (Senyap) Harian Rakjat [Sejarah yang Dihilangkan]

Pembaca harus diakui kumpulan bahan bacaan dalam publikasi ini sangatlah tidak memadai untuk mengungkapkan kiprah Harian Rakjat (HR), alih-alih lebih banyak bacaan mengungkap soal peran lembar kebudayaan HR dan juga peran Njoto yang juga menjadi  Ketua Dewan Redaksi HR. Tapi dari satu aspek itu saja terbukti bahwa Harian Rakyat adalah gudang pengetahuan dan sejarah kiprah gerakan kiri di lapangan kebudayaan. Simak saja kerja keras dan keren tentu kawan Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan. Kedua penulis buku ini berhasil merekam harta karun dan sejarah kebudayaan kiri dari Lembar Kebudayaan Harian Rakjat yang terbit sejak bulan April 1955. Harta karun itu tersimpan dalam sebuah kamar perpustakaan yang digembok dengan stempel/plang sangar : BACAAN TERLARANG. Mereka berhasil menguak ‘pengetahuan’ dari dunia gelap dan menyelamatkannya dari kepunahan dihajar rayap. Hasilnya adalah sebuah buku rekaman geliat Lekra dalam 581 lembar halaman buku, kumpulan 450 puisi dari 111 penyair, dan kumpulan 100 cerita pendek. Tak urung buku Lekra Tak Membakar Buku : Suara Senyap Lembar Kebudyaan Harian Rakjat 1950 -1965 mendapat sambutan positif (tercantum di halaman buku) dari Prof Dr M Syafii Maarif, Dr Anhar Gonggong, Dr Sindhunata, Dr Baskara T Wardaya SJ, Dr Mudji Sutrisno, Prof Dr Adrian Vickers dan Taufik Rahzen)

(1) LEKRA TAK MEMBAKAR BUKU: Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat

15 x 24 cm; ISBN 978-979-18475-0-6; 581 halaman. Mengulas banyak hal dari sepuluh bab, seperti Garis Utama Ideologi Kebudayaan, Riwayat Harian Rakjat, Sastra, Film, Seni Rupa, Seni Pertunjukan (Ketoprak, Wayang, Drama, Ludruk, Reog), Seni Tari, Musik, dan Dunia Buku.

(2) GUGUR MERAH: Sehimpunan Puisi Lekra 1950 – 1965

Gugur-Merah-front

Himpunan puisi ini adalah ikhtiar mengumpulkan sekira 450 judul puisi dari 111 penyair Lekra yang nama dan puisinya terekam di lembar kebudayaan Harian Rakjat sepanjang 15 tahun (1950-1965). 15 x 24 cm; ISBN: 978-979-18475-1-3; 966 hlm. Hanya tersedia dalam edisi terbatas (hardcover).

(3) LAPORAN DARI BAWAH: Sehimpunan Cerita Pendek Lekra 1950-1965

Iboekoe

Buku ini merekam geliat 100 cerita pendek yang ditulis oleh eksponen budaya Lekra (sastra) untuk memberitahu bagaimana gaya realisme sosialis “ditemukan”, “diadaptasi”, dan “dipraktikkan” di lapangan kesusastraan Indonesia. 15×24 cm; ISBN 978-979-18475-2-0; 558 hlm.

 

Orang-orang Lekra Itu Cendekiawan Organik yang Dihilangkan Paksa dalam Gerakan Intelektual Indonesia – Wawancara Asep Sambodja dengan Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M. Dahlan.


mari kita masuk ke kumpulan arsip/bacaan berikut

 

Pidato Nyoto Menyambut Ulang Tahun ke-VI Harian Rakyat Nyoto (1958)

Kaum revolusioner, apapun tugasnya dan dimana pun tempatnya, wajib menyadari bahwa pers revolusioner adalah sebagian dari mesin perjuangan revolusioner yang besar. Oleh sebab itu, maju mundurnya pers revolusioner, baik dalamisi, dalam tipografi, dalam penyebaran maupun dalam keuangan, bukan lah semata-mata soal Dewan Redaksi, Direksi dan Administrasi, melainkan soal seluruh gerakan revolusioner.

Juga dalam perjuangan di lapangan pers, yang diperlukan ialah militansi.


Harian Rakjat, Lekra Dan Akhir Tragis Riwayat Njoto


Njoto, Merahnya ‘HR’, Merahnya Lekra – AINUT TIJAR


Njoto : KALAU SPORT SUDAH POLITIK, APALAGI SASTRA DAN SENI!


Vox Pers, Vox Partai -Evi Mariani

1-3sEfp40o_CJpSO0vQx_XCQHarian Rakjat milik Partai Komunis Indonesia. Foto: Evi Mariani (dalam media Ingat65)

1-E75Y0h4aIy698rb_EMEJXgBeberapa tajuk dan berita mengenai gerakan perempuan di Harian Rakjat dari tahun 1954–1957. Foto: Evi Mariani (dalam media Ingat65)

 

Pertemuan-pertemuan yang menyelamatkan – Evi Mariani #Ingat65

 

Riwayat Harian Rakyat – Candra Irawan Hartadi dan Ellam Wardana (Resensi buku “Lekra Tak Membakar Buku” Bab II)


Media Partai – Muhidin M Dahlan


Koran – Ragil Nugroho


40 Komik Strip PKI Pemilu 1955


Setengah Abad Api Diponegoro (Di)padam(kan)

“Kita pewaris2nya jang absah ini, harus melandjutkan api Diponegoro bernjala terus. Abadilah dikau!” ~ Editorial Harian Rakjat, 8 Januari 1955, hlm 1


MARTIN ALEIDA: TIDAK BAIK JIKA JURNALIS DIBERI KEBEBASAN SELUAS-LUASNYA

(wawancara dengan mantan jurnalis Harian Rakjat tentang Harian Rakyat dan dunia jurnalistik)


KUMPULAN ILUSTRASI LEKRA DI HARIAN RAKYAT*


Merdeka VS Harian Rakyat: Aksi Sepihak dan Landreform


Merdeka VS Harian Rakyat: Manipol dan Ideologi


Merdeka VS Harian Rakyat: Penyederhanaan Partai


The Communist Imagination: A Study of the Cultural Pages of Harian Rakjat in the Early 1950s – StephenMiller


Harian Rakyat, Tempat Gagasan Besar Seniman Lekra Tertuang


Terekam Tak Pernah Mati: Arsip Partitur Lagu Harian Rakjat, Januari-Oktober 1965


Umum :


Tentang Pasang Surutnya Badai Itu: Riwayat Pers Kiri di Indonesia

(Bagian I) (Bagian II)


PARTAI POLITIK DAN MEDIA MASSA PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN – Joko Prayitno


Editorial Cartoon Visual Metaphor in Jakarta Newspapers at 1950-1957 Priyanto Sunarto


Perang Karikatur Mengangkat dan Menjatuhkan Soekarno Tinjauan Sejarah 1959 – 1967 Wagiono Sunarto

 

Bacaan Liar : Budaya dan Politik Jaman Pergerakan (Razif)

 

Jaman Bergerak di Hindia Belanda: Mozaik Bacaan Kaoem Pergerakan Tempo Doeloe

 

 

Simak 110 ‘entry’ tematik lainnya pada link berikut

Prakata dan Daftar Isi Genosida 1965-1966

 

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s