Dari Sidang Pengadilan Rakyat IPT65 : Suharto, Rantai Komando dan Ketok Palu Kejahatan Genosida 1965-1966

Putusan Pengadilan Rakyat 1965 : Indonesia Lakukan Genosida

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160720141601-12-145854/putusan-pengadilan-rakyat-1965-indonesia-lakukan-genosida/

 

 

Ini Rantai Komando Tragedi ’65 dan Tahun-tahun Setelahnya

http://kbr.id/07-2016/ini_rantai_komando_tragedi__65_dan_tahun_tahun_setelahnya/83316.html

 

 

“Terdapat bukti berlimpah, berangkat dari sejumlah penelitian ilmiah mengenai periode ini, bahwa sebuah sistim kontrol dan represi militer yang bersifat vertikal dibentuk langsung di bawah wewenang Jenderal Suharto dan pelaksanaannya melalui serangkaian perintah dari Jakarta ke tingkatan yang lebih rendah. Walaupun perintah-perintah dan operasi-operasi dimulai di beberapa daerah sejak tanggal 1 Oktober 1965, sarana utama operasi ini adalah Kopkamtib, yang didirikan pada 10 Oktober 1965 dengan Jenderal Suharto sebagai Komandannya, (Pangkopkamtib).

Instruksi-instruksi kepada tingkatan lebih rendah di tentara dikeluarkan sebagai perintah bernomor dari Kopkamtib atau dari institusi-institusi militer lainnya, seperti Kementerian Pertahanan atau Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat) yang sudah berada di bawah komando Suharto…..”

 

“…… pidato oleh Presiden Suharto pada tanggal 11 Maret 1971 (pada perayaan lima tahun perintah “Supersemar” yang menurut dugaan ditandatangani oleh Presiden Sukarno, yang mengawali pengambilan kekuatan secara penuh oleh Suharto).

Dalam pidatonya, Suharto mengklaim bahwa pembantaian terjadi di pedesaan di tahun 1965–1966 sebagai akibat dari ketegangan-ketegangan politik yang sudah ada sebelumnya.

Sebuah penuturan resmi yang didukung TNI dan diterbitkan dalam bahasa Inggris untuk konsumsi asing tahun 1968 mengakui bahwa memang pembunuhan-pembunuhan massal terjadi, tapi menggambarkan mereka sebagai kejadian-kejadian spontan yang dilakukan oleh orang biasa yang ingin menghukum PKI atas usaha kudetanya.

Cerita tersebut mengklaim bahwa “rakyat melihat keadilan diabaikan dan memutuskan untuk main hakim sendiri, yang berakibat pada pembunuhan-pembunuhan massal di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan bagian-bagian Indonesia lainnya”.

Namun, penelitian terakhir di berbagai daerah membawa perspektif yang baru, membuka cukup banyak informasi mengenai sejauh mana pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan aktor-aktor non-militer sebenarnya direncanakan, disenjatai dan difasilitasi (singkat kata direkayasa) oleh TNI.”

simak selengkapnya khususnya bagian B2. Tentang Tanggung Jawab dan Rantai Komando di

Final Report of the IPT 1965: Findings and Documents of the IPT 1965

 

 abe4b-1458641_687710814587061_1334891053_n

 

fakta-fakta yang pararel dengan hasil sidang IPT65 ini sebenarnya juga ditemukan Komnas HAM dalam Penyelidikannya terkait pelanggaran HAM yang berat Peristiwa 1965-1966

 

simak

Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966

http://stopimpunity.org/content/stopimpunity/eksekutif_summary_peristiwa_1965_4.pdf

 

Ringkasan Eksekutif Hasil Penyelidikan Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966

 

 

Kajian Ilmiah :

 

Pengetahuan tentang Sebuah Rahasia Umum: Penghilangan Massal 1965–66 di Indonesia – John Rossa

http://www.tribunal1965.org/pengetahuan-tentang-sebuah-rahasia-umum-penghilangan-massal-1965-66-di-indonesia/

 

 

The Indonesian Killings of 1965-1966 – McGregor . Katharine E

Terutama di bagian B. Decision-Makers, Organizers and Actors

http://www.sciencespo.fr/mass-violence-war-massacre-resistance/fr/document/indonesian-killings-1965-1966

 

Hammer, Mathias (2013), The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965, in: Journal of Current Southeast Asian Affairs, 32, 3, 37–62.

https://journals.sub.uni-hamburg.de/giga/jsaa/article/view/707/705

 

 

Djakababa, Yosef (2013), The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya, in: Journal of Current Southeast Asian Affairs, 32, 3, 11–36.

https://journals.sub.uni-hamburg.de/giga/jsaa/article/view/706/704

 

 

Melvin, Jess (2013), Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965– 1966, in: Journal of Current Southeast Asian Affairs, 32, 3, 63–91.

 

The patterns of violence perpetrated against members of the ethnic Chinese community in Aceh between 1 October 1965 and 17 August 1966 suggest that the military leadership’s primary motivation was to physically destroy its major political opponent the PKI. This included the targeting of ethnic Chinese members of the PKI and the large-scale murder of members of Baperki who were alleged to be associated with the PKI

https://journals.sub.uni-hamburg.de/giga/jsaa/article/view/708/706

 

 

versi ringkas Documenting genocide – Jess Melvin

http://www.insideindonesia.org/documenting-genocide

 

 

DETENTION IN MASS VIOLENCE – Douglas Kammen & Faizah Zakaria

https://www.academia.edu/2223461/DETENTION_IN_MASS_VIOLENCE_Policy_and_Practice_in_Indonesia_1965_1968

 


simak Esai 1 Penangkapan dan Pembunuhan di Jawa Tengah Setelah G-30-S – Rinto Tri Hasworo (*terutama pada sub tentang peran dan keterlibatan RPKAD) dalam buku

Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk) (unduh)

http://www.history.ubc.ca/sites/default/files/bukuohp65-tytpb-web.pdf

 

 

 ada84-104-payung-hitam-kamisan-andreas-iswinarto


Alasan Sarwo Edhie Memimpin Operasi Pembunuhan Massal PKI

Sarwo Edhie Wibowo marah karena teman dan pelindungnya, Jenderal Ahmad Yani menjadi korban Gerakan 30 September 1965. Dia memimpin pembantaian dengan penuh dendam.

http://historia.id/modern/alasan-sarwo-edhie-memimpin-operasi-pembunuhan-massal-pki

 

 

Pembantaian yang tidak tercatat – Iman Brotoseno

Di Jawa kami harus menghasut penduduk untuk membantai orang orang Komunis. Di Bali kami harus menahan mereka, untuk memastikan bahwa mereka tidak bertindak terlalu jauh – Sarwo Edhie , Komandan RPKAD.

http://blog.imanbrotoseno.com/pembantaian-yang-tidak-tercatat/

 

 

Propaganda Militer Jelang Pembantaian Massal 1965-1966 – Hasan Kurniawan

https://daerah.sindonews.com/read/1144009/29/propaganda-militer-jelang-pembantaian-massal-1965-1966-1475414263/26

 

 

Ngesti: Pembunuhan Massal di NTT Dikomandoi TNI

http://kbr.id/saga/11-2015/ipt_1965__ngesti__pembunuhan_massal_di_ntt_dikomandoi_tni/77447.html

 

6397e-10325412_780947098596765_7532314066158946416_n

 

 

Simak 140 ‘entry’ tematik lainnya pada link berikut

Prakata dan Daftar Isi Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s