Sejarah Yang Dihilangkan : Semaoen dan Kadiroen di Panggung Politik ‘Zaman Bergerak’

Di zaman pergerakan, pemimpin pergeraan berpikir, menulis, dan berkata serta bertindak sebagai orang pertama. Dicerahkan oleh kata-kata dan perbuatan mereka, rakyat melihat dunia dan bergerak. Akhirnya kita pun sekarang masih dapat melihat dunia mereka dengan mengikuti kata dan perbuatan mereka yang tergores dalam tulisan-tulisan yang mereka tinggalkan

(Takashi Shiraishi – Zaman Bergerak : Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926 – Grafiti Pers 2005)

 

Kemunculannya di panggung politik pergerakan dimulai di usia belia, 14 tahun. Saat itu, tahun 1914, ia bergabung dengan Sarekat Islam (SI) afdeeling Surabaya. Setahun kemudian, 1915, bertemu dengan Sneevliet dan diajak masuk ke Indische Sociaal-Democratische Vereeniging, organisasi sosial demokrat Hindia Belanda (ISDV) afdeeling Surabaya yang didirikan Sneevliet dan Vereeniging voor Spoor-en Tramwegpersoneel, serikat buruh kereta api dan trem (VSTP) afdeeling Surabaya. Pekerjaan di Staatsspoor akhirnya ditinggalkannya pada tahun 1916 sejalan dengan kepindahannya ke Semarang karena diangkat menjadi propagandis VSTP yang digaji. Penguasaan bahasa Belanda yang baik, terutama dalam membaca dan mendengarkan, minatnya untuk terus memperluas pengetahuan dengan belajar sendiri, hubungan yang cukup dekat dengan Sneevliet, merupakan faktor-faktor penting mengapa Semaoen dapat menempati posisi penting di kedua organisasi Belanda itu.

Di Semarang, ia juga menjadi redaktur surat kabar VSTP berbahasa Melayu, dan Sinar Djawa-Sinar Hindia, koran Sarekat Islam Semarang. Semaoen adalah figur termuda dalam organisasi. Pada tahun belasan itu, ia dikenal sebagai jurnalis yang andal dan cerdas. Ia juga memiliki kejelian yang sering dipakai sebagai senjata ampuh dalam menyerang kebijakan-kebijakan kolonial.

Pada tahun 1918 dia juga menjadi anggota dewan pimpinan di Sarekat Islam (SI). Sebagai Ketua SI Semarang, Semaoen banyak terlibat dengan pemogokan buruh. Pemogokan terbesar dan sangat berhasil di awal tahun 1918 dilancarkan 300 pekerja industri furnitur. Pada tahun 1920, terjadi lagi pemogokan besar-besaran di kalangan buruh industri cetak yang melibatkan SI Semarang. Pemogokan ini berhasil memaksa majikan untuk menaikkan upah buruh sebesar 20 persen dan uang makan 10 persen.

Bersama-sama dengan Alimin dan Darsono, Semaoen mewujudkan cita-cita Sneevliet untuk memperbesar dan memperkuat gerakan komunis di Hindia Belanda. Sikap dan prinsip komunisme yang dianut Semaoen membuat renggang hubungannya dengan anggota SI lainnya. Pada 23 Mei 1920, Semaoen mengganti ISDV menjadi Partai Komunis Hindia. Tujuh bulan kemudian, namanya diubah menjadi Partai Komunis Indonesia dan Semaoen sebagai ketuanya.

Pada bulan Mei 1921, ketika Partai Komunis Indonesia didirikan setelah pendiri ISDV dideportasi, Semaun menjadi ketua pertama

Disalin dari https://id.wikipedia.org/wiki/Semaun

 

Buku Penoentoen Kaum Buruh – Semaoen (unduh)

Semaoen Menoentoen (Resensi) – Zen RS

Novel Hikayat Kadiroen (unduh)

Kadiroen (Resensi)-Historia

Kolonialisme melibatkan banyak orang, baik Belanda sebagai penjajah maupun elite feodal pribumi yang menjadi kaki tangannya.

 


220px-Semaoen

Mengkhayalkan pertemuan Sneevliet dan Semaoen di Kota Lama – Pito Agustin Rudiana

Menemukan Kembali Kantor Pusat VSTP – Rukardi

Gedung Sarekat Islam Semarang 

Semaoen, SI Merah dan Kampung Gendong

 

 0ed96-p1200588

 

Semaoen, Pelakon Di Zaman Bergerak! – Rudi Hartono

 

Tan Malaka, Alimin & Semaoen – Hasan Kurniawan

 

Semaun Dan Lenin – Raymond Samuel

 

Henk Sneevliet : Mahaguru Pendiri PKI

 

Semaoen dan Pemogokan Buruh Kereta Api Mei 1923 – Hasan Kurniawan

 

Gelanggang Politik Gerakan Buruh di Hindia Belanda – Edi Cahyono

 

TINJAUAN HISTORIS GERAKAN SERIKAT BURUH DI SEMARANG MASA KOLONIAL BELANDA 1917-1923 Kabiransyah, Iskandar Syah, Wakidi

 

NASIONALISME BURUH DALAM SEJARAH INDONESIA – Dewi Yuliati


Buku Dibawah Lentera Merah – Soe Hok Gie (unduh)

 

Dinamika gerakan kiri di kota Praja Semarang tahun 1914-1926 (Skripsi S1 Sumarsono)

 

SAREKAT ISLAM DAN GERAKAN KIRI DI SEMARANG 1917-1920 – Tsabit Azinar Ahmad

 

Sarekat Islam Semarang Tahun 1913-1920. (Skripsi S1 Endang Muryanti)

P1200583


berbareng bergerak

baca sebagian buku yang ditulis Soewarsono

Berbareng bergerak: Sepenggal Riwayat dan Pemikiran Semaoen

 


415e7-p1200584

 

simak juga

zaman bergerak

Resensi

Pergerakan Dengan Wajah Baru

http://hilmarfarid.com/wp/pergerakan-dengan-wajah-baru/

Zaman Bergerak – Pusham UII

http://pusham.uii.ac.id/files.php?type=data&id=65&lang=en

ZAMAN BERGERAK (Analisis Historis tentang Awal Perjuangan Politik Indonesia Masa Kolonialisme 1912-1926

https://kalamkopi.files.wordpress.com/2017/04/artikel-analisis-historis-tentang-awal-perjuangan-politik-indonesia-1912-1926.pdf

 

Bacaan Liar : Budaya dan Politik Jaman Pergerakan (Razif)

 

Jaman Bergerak di Hindia Belanda: Mozaik Bacaan Kaoem Pergerakan Tempo Doeloe

  

Tentang Pasang Surutnya Badai Itu: Riwayat Pers Kiri di Indonesia (Bagian I)


Tentang Pasang Surutnya Badai Itu: Riwayat Pers Kiri di Indonesia (Bagian II)

 

 

Sejarah Yang Dihilangkan : Sama Rasa Sama Rata Mas Marco Kartodikromo di ‘Doenia Bergerak’

 

Sejarah Yang Dihilangkan : “Islamisme dan Komunisme” Hadji Mohammad Misbach di Zaman Bergerak (1912-1926)

 

[Jasmerah] Sejarah Gerakan Kiri Yang Dihilangkan

 

Simak 110 entry tematik lainnya pada link berikut

Prakata dan Daftar Isi Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s