Prakata dan Daftar Isi LAPAK LITERASI Bukan Cuma Angka, Mereka Bernama dan Sepenuhnya Manusia #Genosida65_66 #52ThGenosida65_66

*Dalih Pembunuhan Massal* menegaskan hal yang sangat penting, bahwa G-30-S disalahtafsirkan secara sengaja, dipelintir dan dihadirkan kembali secara salah pula agar menjadi dalih untuk melancarkan operasi pembasmian yang menjadi salah satu kengerian terbesar dalam sejarah modern dunia.
Hilmar Farid dalam G-30-S dan Pembunuhan Massal 1965-66 https://indoprogress.com/2008/04/g-30-s-dan-pembunuhan-massal-1965-66/

Simak juga Menyingkap Misteri Membangun Empati : G30S Sebagai Dalih Pembantaian Massal 1965-1966 – Budiawan http://www.sejarahsosial.org/2008/04/08/menyingkap-misteri-membangun-empati-g30s-sebagai-dalih-pembantaian-massal-1965-66/

*’Dalih Pembunuhan Massal* adalah buku yang ditulis oleh John Rossa. bisa diunduh di http://johnroosa-dpm.blogspot.co.id/p/unduh.html?m=1

Prakata dan Daftar Isi LAPAK LITERASI

Bukan Cuma Angka, Mereka Bernama dan Sepenuhnya Manusia

“…tidak tahu, tidak mau tahu, pura-pura tidak tahu atau – inilah yang tragis – takut untuk tahu..

Peristiwa G30S adalah peristiwa politik. Ia berdampak hebat pada seluruh segi kehidupan bangsa. Tetapi yang paling tragis, lebih tragis dari peristiwanya sendiri, adalah dampaknya di bidang kebudayaan. Proklamasi Kemerdekaan 1945 bukan sekadar pemerdekaan politik. Tapi juga seruan pemerdekaan kebudayaan. Pemerdekaan dari kebodohan. Pemerdekaan dari rasa takut” (Hersri Setiawan, Memoar Pulau Buru hal 9-10)

Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.

(dipetik dari http://indoprogress.com/2012/09/wawancara-2/)

GENOSIDA 1965-1966 dikelola oleh Andreas Iswinarto

[ tukang gambar Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit ]

Situs Literasi (Online) Genosida 1965-1966 adalah situs terlengkap dengan 140 ‘entry’ tematik (yang masih akan terus ditambahkan). Tentu kami tidak menyimpan ratusan Disertasi, Tesis, Paper Ilmiah, Artikel Opini, Berita dan bahan literasi lainnya, kami hanya memberikan petunjuk arah dengan menghimpun dan menghubungkan pembaca dengan lini-link publikasi online yang tersebar di dunia maya. Selain itu situs ini adalah satu-satunya situs yang menghimpun dokumentasi ratusan karya rupa dari puluhan seniman Indonesia terkait Genosida 65. Kami juga melengkapi situs ini dengan himpunan film/video serta karya seni lainnya

lawan propaganda orba, bongkar sejarah (berseragam) palsu. ungkap kebenaran, tegakkan keadilan [menolak bungkam, menjadi saksi] 

*catatan

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

PUTUSAN AKHIR MAJELIS HAKIM INTERNATIONAL PEOPLE’S TRIBUNAL 65 

Buku-buku Tentang Genosida 1965 / Peristiwa 1965 / Tragedi 1965 (khusus edisi bahasa Indonesia ) 

KUMPULAN TESIS -DISERTASI, DAN EBOOK LAINNYA TERKAIT GENOSIDA 1965

JEJAK KIRI DAN GENOSIDA 65-66 (SKRIPSI THESIS SANATA DHARMA) 

“THE 1965 COUP IN INDONESIA: QUESTIONS OF REPRESENTATION 50 YEARS LATER” – LITERARY STUDIES CONFERENCE SANATA DHARMA  

[90 Play List Video #Genosida65_66] Jagal, Senyap, Jembatan Bacem, Mass Grave, The Shadow Playing hingga Perempuan & Sang Jenderal vis a vis G30S Versi ORBA

Propaganda, Teror, Dendam dan Luka Bangsa (Membedah Film #G30S versi Orba / Film Pengkhianatan G30S/PKI )

 

Putusan IPT 1965 : Indonesia Lakukan Genosida [Memahami Lebih Jauh ABC Genosida]

SUHARTO, RANTAI KOMANDO DAN KETOK PALU KEJAHATAN GENOSIDA 1965

THE SHADOW PLAY DAN / CIA REGIME IN INDONESIA : KETERLIBATAN PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT DALAM GENOSIDA 65-66

Keterlibatan Pemerintah Inggris dalam Penggulingan Sukarno dan Kejahatan Kemanusiaan – Genosida 1965-1966

KERJA PAKSA – ‘PERBUDAKAN’ TAPOL 65 DI JAMAN ORDE BARU SUHARTO

SUPERSEMAR, KUDETA SUHARTO DAN GENOSIDA 1965-1966

KUDETA SUHARTO DAN DE-SOEKARNOISASI : SOEKARNO TELAH DIBUNUH DUA KALI! ,

 

TAK HANYA RATUSAN RIBU KEPALA, PROKLAMASI 17-8-1945 PUN DITEBAS (EKOPOL GENOSIDA 1965)

SITUS-SITUS / JEJAK ‘GENOSIDA POLITIK 65’ DI SURAKARTA

Operasi Trisula: Pembantaian atas Anggota dan Simpatisan PKI di Blitar Selatan  

Situs Genosida ’65 Bali : Suara Senyap Ladang Hitam Pembantaian

Peluit Poncke Princen Dari Ladang Pembantaian Purwodadi : Suara Subversif Pertama ‘Menantang’ Rejim Genosida Orde Baru

Memori-Memori Terlarang dan Kekerasan Yang Masih Dirahasiakan (Situs Genosida ’65 Nusa Tenggara Timur)

Penumpasan PGRS/PARAKU, Komunisme dan Pembersihan Etnis Tionghoa di Pedalaman Kalimantan Barat 1967

[Situs Genosida] Puisi Senyap, Pilu, Genosida di Tanah Atjeh/Aceh 1965-1966

[Situs Genosida] Jejak Senyap Kekerasan Politik dan Budaya di Banyuwangi 

Dan LANGIT PUN BERPALING* (Situs Genosida di Sulawesi Tenggara)

Genosida Intelektual 1965 dan Perampasan 16 Institusi Pendidikan ‘Kiri’

SITUS MEMORABILIA DAN INGATAN SEJARAH GENOSIDA 65 (KUBURAN MASSAL PLUMBON, WONOSOBO, MASEAN, ‘JEMBATAN BACEM’)

FITNAH DAN DUSTA KEJI DI BALIK LEGENDA LUBANG BUAYA (DAN GERWANI SEBAGAI KUMPULAN PEMBUNUH DAN SETAN)

UMI SARDJONO, SULAMI, GERWANI, FITNAH LUBANG BUAYA DAN GENOSIDA 65 

Putmainah Macan Podium Gerwani Blitar : Pengabdian, Plantungan, Rekonsiliasi dan Keteguhan Hati di Jalan Keadilan

EKS TAPOL 1965 : DARI OEY HAY DJOEN, SIAUW GIOK TJAN, TAN SWIE LING HINGGA OEI HIEM HWIE

HERSRI SETIAWAN : DEBU SEJARAH PENYERU PEMERDEKAAN DARI KEBODOHAN DAN RASA TAKUT

Tujuh Gubernur Soekarnois yang Dituduh Terlibat PKI dan Disingkirkan. Satu orang diculik dan dihilangkan, Satu Mengalami Persekusi Massa!

Harsutejo : Mengenang Malam Jahanam (G30S) dan Jejak Hitam Suharto (penulis buku G30S Sejarah yang Digelapkan & Kamus Kejahatan Orba)

[jenderal-jenderal itu, masih berkuasa] dan Dia ‘Tak Pernah Kehilangan Cintanya’ (Kumpulan Sajak Astaman Hasibuan – Penyintas ’65)

SALAM HARAPAN PEREMPUAN-PEREMPUAN PEMENANG KEHIDUPAN (MENJADI SAKSI : PEREMPUAN-PEREMPUAN PENYINTAS GENOSIDA POLITIK 1965-1966 )

Surat-surat Gatot Lestario : Asa Hingga Eksekusi & Solidaritas Internasional Hingga Melampaui Kematiannya

Batu Karang Luka : Dari Imam Muhaji, Tan Swie Ling, Putmainah, Luh Sutari, Antonius P Rahardjo hingga Basuki Resobowo

Jejak Seniman LEKRA Bachtiar Siagian Yang Dilenyapkan : Dari Drama Batu Merah Lembah Merapi, Film Tunrang hingga Violetta

INDONESIAN MINISTER CAUGHT IN A COLD-WAR CLASH* (TRAGEDI MENTERI LUAR NEGERI INDONESIA** DR. SOEBANDRIO)

Kesaksian Heru Atmodjo tentang G30S (Bunga Bangsa yang Makamnya Dipindah Paksa dari TMP Kalibata)

[Sejarah Lisan dan Ingatan Sosial] Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 1965 

 NESTAPA EKSIL 1965, KLAYABAN DI ‘PENGASINGAN’

SUBRONTO K. ATMODJO : KOMPOSER PENDUKUNG FANATIK SOEKARNO LULUSAN (CUM LAUDE) SEKOLAH TINGGI MUSIK HANNS EISLER DAN PULAU BURU

Utuy T. Sontani : Raksasa Dramaturg Terbesar di Masanya*, Klayaban (Eksil) di Rusia dan Merindu Sangat Istri Tercinta

AMANAT KONSTITUSI YANG TERPENGGAL : UUPA, LANDREFORM, GERAKAN TANI DAN GENOSIDA 65

Mem PKI-kan Petani, Menjarah Tanah : Kekerasan dan Perampasan Tanah Pasca (Genosida) 1965 

Kotak Pandora (Jejak) Suara (Senyap) Harian Rakjat [Sejarah yang Dihilangkan]

LEKRA, SASTRA DAN 1965 

SASTRA YANG MEMBELA KORBAN DAN MERETAS KABUT SEJARAH GENOSIDA 1965 

‘DANCE OF THE MISSING BODY’ : MENGENALI TUBUH MENARI DAN SEJARAH KEKERASAN BERSAMA RACHMI DIYAH LARASATI

Dari Holocaust hingga Genosida 1965-1966 : Perjumpaan, Pertautan, Pembelajaran dan Solidaritas Kemanusiaan Lintas Batas

MENGGULINGKAN SOEHARTO SEKALI LAGI : SUARA MEREKA YANG KALAH, SUARA MEREKA YANG MENOLAK TAKLUK

Berziarah di Tanah Merah (Ziarah Situs Genosida di Boyolali, Sukoharjo, Pati, Surabaya, Blitar) – Agan Harahap

Syawal Itu Merah : Ziarah Luka Lintas 11 Kabupaten di Jawa Tengah dan Timur 

Membongkar ‘Pembenaran’ Genosida 1965 dan Kekerasan Budaya Orde Baru (Mengenang Wijaya Herlambang)

HANTU-HANTU GENTAYANGAN : KAPAN KAMBUHNYA BAHAYA ‘PALU ARIT’?

 PERMINTAAN MAAF WALI KOTA PALU KEPADA KORBAN PERISTIWA 1965 DAN JALAN TERJAL INISIATIF LOKAL

PENISANAN KUBURAN MASSAL 65-66 PLUMBON SEMARANG : MBAH KELIK MERINDUKAN ‘REKONSILIASI RUH’

LUKA BANGSA ‘1965’ : WARISAN GUS DUR, SYARIKAT INDONESIA DAN REKONSILIASI KULTURAL DI AKAR RUMPUT

CERITA-CERITA #1965SETIAPHARI

INGAT 65 [CERITAKU CERITAMU CERITA KITA TENTANG 65]

BIOSKOP JEJAK GENOSIDA 65 (BAGIAN 1)

BIOSKOP JEJAK GENOSIDA 65 (BAGIAN 2)

BIOSKOP NYANYI SUNYI SEORANG BISU (PRAMOEDYA ANANTA TOER)

Kado Joshua Oppenheimer Untuk Indonesia : Trilogi ‘The Act of Killing’ (Jagal), The Look of Silence (Senyap), The Globalization Tapes (Tetralogi + Disertasi)

 Membikin Terang ‘Ingatan Revolusi, Aksi Massa dan Sejarah Indonesia’ (*) yang Digelapkan

Kaleidoskop Budaya : Melawan Hegemoni Sejarah Palsu Orde Baru (#Genosida65_68 Januari-Agustus ’17)

 PELURUSAN SEJARAH PERISTIWA 1965 : MEMBEBASKAN NARASI SEJARAH DARI KEBOHONGAN ORBA (KUMPULAN OPINI DAN WAWANCARA ASVI WARMAN ADAM)

PULANG KE RUMAH SEJARAH : PELURUSAN & ATAU PENJERNIHAN & ATAU PENULISAN ULANG (KULIAH SINGKAT ASVI WARMAN ADAM-HILMAR FARID-BONNIE TRIYANA-JJ

SENYAP BUKAN BERARTI DIAM : REKONSILIASI NASIONAL PERISTIWA PASCA GESTAPU ALA GURU SEJARAH

(MEN-) ‘SUBVERSI’  SEJARAH (PRODUK PROPAGANDA ORDE BARU/PALSU) YANG HEGEMONIK DARI BANGKU SEKOLAH

AFTER THE KILLING OF 1965-66 (AND THE FALL OF SUHARTO IN 1998), WHERE IS THE LEFT?

A-Z : MENGENAL (KEBOHONGAN-KEJAHATAN) ORDE BARU

HASTA MITRA (TANGAN SAHABAT) : BERTARUNG MELAWAN PEMBODOHAN

BUKU KIRI, ULTIMUS DAN BILVEN SANDALISTA

TAKDIR SASTRA ADALAH MEMBELA KORBAN – 13 CERPEN MARTIN ALEIDA DAN PUTU OKA SUKANTA

PUTU OKA SUKANTA : MENULIS ADALAH PERJUANGAN UNTUK HIDUP 

PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN TAKDIR SEJARAH MAX LANE : SEJARAH, 1965 DAN ELAN REVOLUSI INDONESIA (KOMPILASI ARTIKEL)

MELAWAN TABU DAN KEBISUAN, MENSUBVERSI FILM PROPAGANDA HITAM PENGKHIANATAN G30S/PKI 

KESAKSIAN ‘KORBAN’ WAJIB (MILITER EH) NONTON FILM (PROPAGANDA PALSU) G30S/PKI YANG  KEMUDIAN TERCERAHKAN.

FILM SANG PENARI : MENARI SEMBARI MENUMPANG KERETA SEJARAH… TSUNAMI SOSIAL-POLITIK 1965 TANPA MENYISAKAN LUKA?  

[Sejarah Yang Dihilangkan] Mencari Wikana yang ‘Dihilangkan’, Menemukan Kembali Elan ‘Revolusi Pemoeda’..

Warisan Amir Sjarifuddin  : Indonesia Raya, Internationale, Alkitab dan Pekik “Kaum buruh sedunia…”

 SEJARAH YANG DIHILANGKAN : “ISLAMISME DAN KOMUNISME” HADJI MOHAMMAD MISBACH DI ZAMAN BERGERAK

SEJARAH YANG DIHILANGKAN : SEMAOEN DAN KADIROEN DI PANGGUNG POLITIK ‘ZAMAN BERGERAK’ 

SEJARAH YANG DIHILANGKAN : SAMA RASA SAMA RATA MAS MARCO KARTODIKROMO DI ‘DOENIA BERGERAK’

MOZAIK JEJAK KIRI DI INDONESIA : KOTAK PANDORA ‘KEJATUHAN SUHARTO’ ATAWA HABIS (DI)GELAP(KAN) TERBITLAH TERANG , 

[ARSIP] JEJAK KIRI INDONESIA, GESTOK DAN GENOSIDA 65 – CERITA PAGI HASAN KURNIAWAN,   

[JASMERAH] SEJARAH GERAKAN KIRI YANG DIHILANGKAN

Sastra adalah Membela Korban – 13 Cerpen Martin Aleida dan Putu Oka Sukanta

 SETJANGKIR KOPI DARI PLAJA HINGGA NYANYI SUNYI KEMBANG-KEMBANG GENJER [1965 DI PANGGUNG TEATER], 

PADUAN SUARA DIALITA : SALAM HARAPAN PADAMU KAWAN 

SPATIAL HISTORY : PERTANYAAN SUBVERSI IRWAN AHMETT SOAL SUPERSEMAR (PRESENTASI SENI)    

PRISON SONG

MUSIK TIGAPAGI – SEMBOJAN 

ALBUM LAGU GENJER-GENJER 

EVIL WARS IN 1965 (MUSIK BENNY SOEBARDJA DKK)

THE ACT OF KILLING MIXTAPE (KOMPILASI MUSIK)  

STAND UP COMEDIAN MELAWAN TABU-MELAWAN LUPA

pameran online genosida politik 65-66 : 

Mereka yang bersenjatakan senapan dan peluru, mereka yang mempersiapkan diri menghadapi meriam dan tank, seringkali, sejarah menunjukkan, takut pada kata, warna, nada, juga gerak. Mereka takut pada seni yang tak mereka mengerti tapi mampu menggugah orang ramai.

Tidak heran jika di bawah kuasa tiran otoritarian pemberangusan berekspresi menjadi sebuah hal yang lazim. Pengusiran dan penggusuran jadi hal yang biasa, dan kekerasan menjadi bagian dari bahasa politik. Ketika kebebasan rakyat dirampas, para penguasa sebetulnya sedang memindahkan ketakutan mereka.

Seni yang mengikrarkan diri memuliakan manusia dan kemanusiaan selayaknyamembebaskan manusia dari ketakutan ini. Karena kuas lebih tangguh dari peluru!

Joshua Oppenheimer

“Kebenaran memang pernah absolut dan manusia tidak pernah lepas dari interpretasi. Namun hal inb ukan berarti bahwa manipulasi dan pembohongan bisa dibiarkan dan disamakan dengan suatu bentuk interpretasi. Ada hal yang jauh berbeda dari manipulasi dan interpretasi.

Dan seni bisa digunakan untuk menutupi, bahkan mendukung manipulasi publik. Hal ini telah terjadi pada masa Orde Baru. Disisi lainnya akan selalu lahir seni yang mempertanyakan dan melawan manipulasi yang telah merajalela. Seperti kata George Orwell: Pada masa kebohongan universal merajalela, menyatakan kebenaranmenjadi hal yang radikal.”

Soe Tjen Marching 

 

 Lorong Genosida (Politisida) 1965-1966Dadang ChristantoSanggar Bumi Tarung,Dolorosa SinagaElisabeth Ida MulyaniTintin WuliaDewi CandraningrumYayak YatmakaKoes KomoNobodycorp. Internationale UnlimitedKomunal Stensil, ,Didot Klasta HarimurtiMade Bayak Rangga Purbaya,  Andreas IswinartoTARINGPADIObed Bima WicandraMars NursmonoGregorius Soeharsojo Goenito,  SILENCE & ABSENCE [Adrianus Gumelar Demokrasno – Bunga Siahaan] Dewa Ngaken Made Ardana  Daniel ‘Timbul’ Cahya Krisnakolaborasi Jagal Bukan Pahlawan!mozaik rupa : kuburan massal 65-66 bernama ‘indonesia’ ; Awas 30 S Art Project,  Daniel Rudi HaryantoTerrorPaint-Benk Riyadi-Riza-Suhendra-Awank,Rista Dwi IKoleksi Foto Kamp Konsentrasi Tahanan Politik 65The Act of Living – Perempuan Penyintas 1965 (feature foto)Okty Budiarti – KAMI BERNYAWA : Butiran Aksara Untuk Tragedi 65Kharisma Jati (komik), Aji Prasetyo (komik), Arip Hidayat (komik), Evans Poton dkk(komik), Eko S Bimantara (Komik), Museum Bergerak 1965Museum Rekoleksi Memori,  ‘Mwathirika’ and The Victim’s Silent Tale Kesetiaan, Keteguhan, Kesunyian Hingga Akhir Hayat (Mengenang Basuki Resobowo) 

 

Kenapa Genosida Politik / Politisida 1965-1966

13047818_10209343119272764_8338060706038815101_o

13043485_10209343122352841_1135692553504633931_n

Definisi yang diusulkan D. Nersessian (2010) untuk amandemen/ optional protocol Konvensi Anti-Genosida (1948) dan Statuta Roma (2000) mengenai Pengadilan Kejahatan Internasional. (disalin dari Harry Wibowo)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s