Musik Tigapagi – Semboyan dan Roekmana’s Repertoire [#Genosida65 #Tragedi65]

Sembojan – Sebuah Entitas Pendek

(dirilis 30 september 2015)

hqdefault

Wajah yang hilang berkisar di angka 500 ribu jiwa
Perkaranyapun Praduga, Gugurkan 7 sekawan
Kabar ditebar terpapar membakar kesumat seluruh rumah
Hingga mulai bernyali langkahi peran ilahi

Warta Fana a.aaaaaa(2x)

Dalihnya semua demi paduka yang mulia
Siapa yang menduga nyata terencana
Terpisahnya kepala tubuh saling mencari
Nama-nama yang dicuri kan menggugat kembali
Sekarang atau nanti

Warta Fana a.aaaaaa(2x)

Kala dulu penuh waktu
Kini jadi paruh waktu
Tak ada besi dan alu bertalu
Beralih angka-angka semu

Atas asas satu padu
tak usahlah di adu-adu
guna meramu pasal yang baru
Sisihkan Merah Putih Biru

Mari berjuang nyonya dan tuan
Demi gagasan Kesetaraan

unduh MP3

http://rollingstone.co.id/audio/2015/09/30/205d032c_Tigapagi%20-%20Sembojan%20-%20Sebuah%20Entitas%20Pendek.mp3

 

versi lengkap 10 menit

versi pendek 3 menit

Tigapagi – “Sembojan” – Rilisan terbaru yang disebut sebagai Entitas Pendek oleh kelompok folk asal Bandung.

http://www.rollingstone.co.id/article/read/2015/09/30/140504415/1121/free-download-tigapagi-quot-sembojan-quot-?src=hl 

Roekmana’s Repertoire

“Cuma pilu, cuma pilu, anakku hilang tak kembali, anakku hilang tak kembali…” begitu lirik Alang-Alang, lagu dari album perdana yang mereka luncurkan bertepatan di peringatan G30S tahun lalu.

Album Roekmana’s repertoire seolah ingin mempresentasikan sejarah dan akar yang tak boleh dilupa.

“Mau jelek, mau bagus, sebaiknya jangan kita lupakan,” kata vokalis dan gitaris Sigit Pramudita.
Musik di gudang masa lalu Tigapagi -BBC Indonesia

 

…..sebuah kisah panjang akan mengalun dalam 14 nomor yang dirangkai jadi satu cerita sepanjang 65 menit tanpa jeda. Empat belas kisah pilu yang diceritakan diantara petikan kecapi Sunda, lengking biola, dan irama syahdu lainnya. Paduan pentatonis Jawa dan klasik Eropa yang rukun bercengkrama. Tigapagi tidak sendirian, banyak tamu yang membuat album ini lebih berwarna. Dalam package Roekmana’s Repertoire ini, disertakan pula lirik dalam kertas kopi dan gambar-gambar tangan, juga foto ruang tamu si tokoh sentral, Roekmana. Sebuah karya yang sangat terkonsep dari trio Sigit Agung Pramudita, Eko Sakti Oktavianto, dan Primadian Febrianto.

Ber-setting di hiruk pikuk Indonesia tahun 1965, album ini secara keseluruhan menceritakan kegelisahan Roekmana. Kegundahan hati yang belum diselesaikan, kehilangan yang belum berakhir pertemuan, harapan di usia senja yang memudar, sampai liang kubur tempat ia akan tertidur. Sendu memang cuacanya.

Dipetik dari [Album Review] Tigapagi – Roekmana’s Repertoire

(warningmagz.com)

 

Roekmana’s Repertoire saya ibaratkan oase dipadang pasir, berhasil menghilangkan dahaga dan menyegarkan para penggemar mereka yang lama menantikan album penuh dari Tigapagi. Dan jika memang album ini dibuat dalam nuansa September 1965, maka mereka berhasil, baik dari segi kemasan ataupun musik yang terkesan kelabu karenanya.

Dipetik dari (Resensi) Tigapagi dan Hikayat Seorang Roekmana 

(sorgemagz.com)

Alang-Alang

Erika

S(m)unda

Yes We Were Lost in Our Homeland

Batu Tua

Sorrow Haunts

Heufken

Tangan Hampa Kaki Telanjang

Pasir

Vertebrae Song (The Maslow)

Happy Birthday

The Way

De Rode Slaapkamer

Tertidur

 

Alang-alang

 

Hangus terbakar rindu masa lalu.

Menanti waktu berpacu tak menentu, ku berdebu, oh berdebu.

Ku berdebu, oh berdebu.

Anganku hilang tak kembali.

Anganku hilang tak kembali.

Anganku yang hilang tak kembali.

Hanya terpaku suaraku pun berseru,

“Cuma pilu! Cuma pilu!”

Anakku hilang tak kembali.

Anakku hilang tak kembali.

Anakku yang hilang, tak kembali.

Anakku yang hilang, tak kembali.

Anakku hilang tak kembali.

Anakku hilang tak kembali.

Anakku yang hilang, tak kembali.

Anakku yang hilang, tak kembali.

 

S (M)UNDA

 

Satu per satu, hilang dari hidupku, seiring waktu.

Satu per satu, tiada lagi, beranjak pasti, menghantuiku.

Bagaikan sang waktu membenciku, pisahkan aku dari batinku.

Seakan semua masa lalu yang tak pernah punya arti,

Lalu kita lupakan semua kenangan.

Biarkan ditelan waktu.

 

Sorrow Haunts


Everything just shades apart, but it’s just the same for me,

When everyone closes their eyes, but there’s nothing changes in me.

Everything just shades apart.

And now it changes in me.

I swallow the seeds of arrogance, feels like a diamond with no shine.

My boat is sinking in the dark, but my soul was sailing to the sun,

Everything just shades apart, yet there’s nothing changed in me,

Why i sing this song for you,

Because death will do us apart.

You shouldn’t say good riddance to me.

Coz you will fly too.

Are you listening to the sound, it’s like a hole in the sun.

Are you digging on the ground, just to break the bound?

Sorrow haunts.

 

Tangan Hampa Kaki Telanjang


Menjahit luka hati.

Tutupi dusta hati yang abadi.

Mungkin tak terobati, tapi tertolong asa, rasa mati.

Selama hayat ini, ku hanya mengikuti dan ikuti.

Mungkin suatu nanti, saat semua mati, kita mati.

Salahkah aku, hinakah ku, bertutur pun tak mampu.

Salahkah aku, maafkanku,

Aku hanya mampu bertumpu, dan berharap pada tangan hampa

dan kaki telanjang.

Mungkin hancur ragaku, namun tanpa buta hati.

Seakan aku bermimpi, bermimpi.

Bermimpi aku berdiri tanpa kaki.

Kuikuti terus alur ini, yang tak pernah bisa kumengerti.

Pasir


Pasir ini erat kugenggam.

Tak tersisa sebutir di telapak tangan.

Jika ia tak sanggup lagi menghakimi.

Mungkin hanya waktu yang dapat mengadili ia.

Andai jarum dapat kuhalang.

Tak akan terbuang detik akan kudulang,

Dan akan kutuang dalam ruang tak bertulang.

Namun kini kulebih memilih tuk pulang.

Ku pulang pun tak kunjung hilang.

Menjadi bayang, menghadang, lalu menyerang.

Sekonyong datang, lalu hilang, lalu datang,

hilang,

Selalu datang-hilang, lalu datang.

Lalu hilang.

Pasir, aku lelah mengukir. Ku terusir tersingkir.

Pasir, tak terukur, kau gugur teratur.

Aku terkubur tersungkur.

 

Vertebrata Song (The Maslow)


You taught me well, but it is unnecessary.

You carved me well, but its just misery.

Humanity, humanity, you just won’t believe such a thing anymore.

I’m a living being and you are living being.

There’s a curse and grace for this spinal cord.

Maybe i could sing while you don’t think,

So this question should be in my final chord.

Let me ask you, why do we need love anyway

If in the end it was all about feeding, breeding, and protecting?

Instinctively, naturally we don’t need humanity.

Happy Birthday

 

Don’t be craze, this is just a little bit surprising.

Look at your face.

And tell me how old you are.

Look at your face, there is no more tears in your eyes.

There is no more blood in your heart.

Happy birthday and happy anniversary to you.

But don’t be to happy.

Coz you will see your face of death.

Yeah you will see your face of death.

Happy obituary day.

sila klik pameran online genosida 65-66 : 

PRAKATA LITERASI GENOSIDA 1965-1966, Dadang Christanto, Sanggar Bumi Tarung,Dolorosa SinagaElisabeth Ida Mulyani,  Dewi CandraningrumYayak Yatmaka, Koes Komo, Nobodycorp. Internationale Unlimited, Komunal Stensil, ,Didot Klasta Harimurti, Made Bayak , Andreas IswinartoTARINGPADI, Obed Bima WicandraMars Nursmono, Gregorius Soeharsojo Goenito,  SILENCE & ABSENCE [Adrianus Gumelar Demokrasno – Bunga Siahaan] Kerja Manusia dan Matahari – Misbach Tamrin,   Daniel ‘Timbul’ Cahya Krisnakolaborasi Jagal Bukan Pahlawan!;  mozaik rupa : kuburan massal 65-66 bernama ‘indonesia’ Awas 30 S Art Project,  Daniel Rudi HaryantoTerrorPaint-Benk Riyadi-Riza-Suhendra-Awank,Rista Dwi I, Koleksi Foto Kamp Konsentrasi Tahanan Politik 65, The Act of Living – Perempuan Penyintas 1965 (feature foto)Okty Budiarti – KAMI BERNYAWA : Butiran Aksara Untuk Tragedi 65Kharisma Jati (komik), Aji Prasetyo (komik), Arip Hidayat (komik), Evans Poton dkk(komik), Eko S Bimantara (Komik), Museum Bergerak 1965Museum Rekoleksi Memori,  ‘Mwathirika’ and The Victim’s Silent Tale Kesetiaan, Keteguhan, Kesunyian Hingga Akhir Hayat (Mengenang Basuki Resobowo), Spatial History : Pertanyaan Subversi Irwan Ahmett Soal Supersemar (Presentasi Seni),  Amanat Konstitusi Yang Terpenggal : UUPA, Landreform, Gerakan Tani dan #Genosida65 ; Tak Hanya Ribuan Kepala, Proklamasi 17-8-1945 Pun Ditebas (Ekopol Genosida 1965) 

 

simak juga

Putusan Akhir Majelis Hakim International People’s Tribunal 65Rumah Baca (Pustaka) Genosida 65,  ; Lekra, Sastra dan 1965; Putu Oka Sukanta : Menulis Adalah Perjuangan Untuk Hidup, Umi Sardjono, Sulami, Gerwani, Fitnah Lubang Buaya dan Genosida 65‘Dance of the Missing Body’ : Mengenali Tubuh Menari dan Sejarah Kekerasan bersama Rachmi Diyah LarasatiSyawal Itu Merah, INGAT 65 [Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65]Bioskop Jejak Genosida 65 (bagian 1),  Bioskop Jejak Genosida 65 (bagian 2), Bioskop Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (Pramoedya Ananta Toer)Film Sang Penari : Menari Sembari Menumpang Kereta Sejarah… Tsunami Sosial-Politik 1965 Tanpa Menyisakan Luka?,  Melawan Tabu dan Kebisuan, Mensubversi Film Propaganda Hitam Pengkhianatan G30S/PKIPaduan Suara Dialita : Salam Harapan Padamu KawanPrison SongMusik Tigapagi – SembojanAlbum Lagu Genjer-genjerEvil Wars In 1965 (Musik Benny Soebardja dkk)The Act of Killing Mixtape (kompilasi musik),  Stand Up Comedian Melawan Tabu-Melawan Lupa [Jasmerah] Sejarah Gerakan Kiri Yang Dihilangkan

?
?

bahan bacaan berupa buku dan video online

  1. ebook, book online

*beberapa bahan bacaan tidak semata-mata menyoal genosida 65

Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.

(dipetik dari http://indoprogress.com/2012/09/wawancara-2/)

baca dan unduh  Majalah BHINNEKA Edisi Setengah Abad Genosida”65

https://drive.google.com/file/d/0B171bfmd2MunMkowRUNybFAtSms/view?pli=1

atau

http://www.maskod.co.id/bhinneka/#p=1

Yang Dibredel Itu! Kini siap diunduh: Salatiga Kota Merah (Lentera) di

https://drive.google.com/file/d/0B9ZTRXHDvKQvUTBYUFl1RzN0X0k/view

Buletin Pamflet : Kotak Pandora 1965

http://www.mediafire.com/download/863ozt1ejzxodu5/Kotak+Pandora+1965.pdf

 

Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966

http://www.komnasham.go.id/sites/default/files/dok-publikasi/EKSEKUTIF%20SUMMARY%20PERISTIWA%201965.pdf

Ringkasan Eksekutif Laporan Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat

*Bab 1 Hal 1-40 tentang Peristiwa 1965-1966

http://www.komnasham.go.id/sites/default/files/dok-publikasi/Ringkasan%20Eksekutif___edit2b.pdf

John Roosa Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto ( ISSI dan Hasta Mitra, 2007) 

http://web.unair.ac.id/admin/file/f_20807_DalihPembunuhanMassal.pdf

John Roosa : Pengetahuan tentang sebuah Rahasia Umum : Penghilangan Paksa 1965-1966 di Indonesia

https://www.scribd.com/doc/311902470/Roosa-Pengetahuan-tentang-sebuah-Rahasia-Umum-Penghilangan-Massal-1965-66-di-Indonesia-JAS2016#fullscreen

SEJARAH TAHUN 1965 YANG TERSEMBUNYI – W.F. Wertheimhttp://annabelle.aumars.perso.sfr.fr/Prof%20Wertheim%20-%20Sejarah%20tahun%201965%20Untitled-2.htm

Pengakuan ALGOJO 65
http://theactofkilling.com/wp-content/uploads/2012/09/TAOK_TEMPO_MABAZINE_article.pdf

Tidak Ada Penyiksaan Terhadap 6 Jenderal

https://issuu.com/indoprogress/docs/alfred-tidakadapenyiksaanjenderal 

baca juga

How Did the Generals Die Ben Anderson

http://cip.cornell.edu/DPubS?service=UI&version=1.0&verb=Display&handle=seap.indo/1107009317
tentang studi 
Ben Anderson ini simak wawancara http://umarsaid.free.fr/Wawancara%20Ben%20Anderson%20ttg%20pembunuhan%20massal.html

Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk)

http://sejarahsosial.googlepages.com/BukuOHP65-TyTPB-web.pdf

Mendengar Suara Perempuan Korban Peristiwa 1965

http://www.scribd.com/doc/34414003/mendengarkan-suara-perempuan-korban-peristiwa-1965#scribd

Menyusul Puzzle Pelanggaran HAM 65 : Blitar dan Buton  http://www.kontras.org/buku/MENYUSUN_PUZZLE_PELANGGARAN_HAM_1965.pdf

 Tanah Berdarah Di Bumi Merdeka : Menelusuri Luka-Luka Sejarah 1965 – 1966 Di Blora

http://perpustakaan.elsam.or.id/index.php?p=show_detail&id=3186&keywords

Tuturan Penyintas Tragedi 65 : Sulawesi Bersaksi

https://docs.google.com/file/d/0BwCCuhIFVv_nM01sZkU4SXQxWTQ/edit?pli=1

Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966 di Kota Palu

http://www.skp-ham.org/wp-content/uploads/2015/06/Ringkasan-Eksekutif-Penelitian-dan-Verifikasi-Korban-Peristiwa-1965-1966-di-Kota-Palu-Rev-Ebook.pdf

melawan lupa narasi-narasi komunitas taman 65 bali

http://www.academia.edu/3480334/Melawan_Lupa_Narasi-Narasi_Taman_65_Bali


Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto

http://perpustakaan.elsam.or.id/index.php?p=show_detail&id=2321&keywords

Pulangkan Mereka! Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa Di Indonesia

http://perpustakaan.elsam.or.id/index.php?p=show_detail&id=13691&keywords=pulangkan

Dibebaskan Tanpa Kebebasan : Beragam Peraturan Diskriminatif Yang Melilit Tapol 65-66
http://kontras.org/buku/Buku%20Peraturan%20Diskriminatif.pdf

Djinah 1965, Years of Silence – Evans Poton.

http://www.mediafire.com/view/dhncy9od1h7s1r0/Djinah+1965_GRAPHIC_NOVEL_by+Evans+Poton+-+Kamengski.pdf

Indonesia Yang Dibayangkan: Peristiwa 1965-1966 dan Kemunculan Eksil Indonesia 

https://www.academia.edu/15958912/Indonesia_Yang_Dibayangkan_Peristiwa_1965-1966_dan_Kemunculan_Eksil_Indonesia

Bertahan Dalam Impunitas : Kisah Para Perempuan Penyintas Yang Tak Kunjung Meraih Keadilan

http://www.asia-ajar.org/files/Indonesia%20Report%20-%20Bertahan%20dalam%20Impunitas-low.pdf

Menemukan Kembali Indonesia : Memahami 40 Tahu Kekerasan Demi Memutus Rantai Impunitas (buku 1)

http://www.asia-ajar.org/files/MENEMUKAN%20KEMBALI%20INDONESIA%20-%20BUKU%201.compressed.pdf

(buku 2)

http://www.asia-ajar.org/files/MENEMUKAN%20KEMBALI%20INDONESIA%20-%20BUKU%202.compressed.pdf

Penggambaran GERWANI sebagai Kumpulan Pembunuh dan Setan 

(Fitnah dan Fakta Penghancuran Organisasi Perempuan Terkemuka)

http://www.geocities.ws/simpang_kiri/G30S/stanley.pdf

baca juga

baca juga KUNTILANAK WANGI -Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950


https://www.academia.edu/9654687/Kuntilanak_Wangi

Akar dan Dalang – Suar Suroso

http://www.gelora45.com/news/G30S_SuarSuroso_AkarDanDalang.pdf

 

Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia – Yoseph Tugio Taher https://www.academia.edu/4437590/ULTIMUS_mengorek_abu_sejarah_hitam_indonesia_edit_012

Narasi-narasi Ingat 65 – Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65

https://medium.com/ingat-65

REPRESENTASI TRAGEDI 1965 :

KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA &NONSASTRA 66-98

https://www.academia.edu/3540108/REPRESENTASI_TRAGEDI_1965_KAJIAN_NEW_HISTORICISM_ATAS_TEKS-TEKS_SASTRA_DAN_NONSASTRA_TAHUN_1966_-_1998_Ringkasan_Disertasi_


Hilmar Farid : Indonesia’s Original Sin : Mass Killing and Capitalist Expansion 1965-1966

http://www.scribd.com/doc/28704618/Hilmar-Farid-Indonesia-s-Original-Sin

A Prelimenary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia 

– Benedict Andreason and Ruth Mc Vey

http://cmip.library.cornell.edu/cgi/t/text/text-idx?c=cmip;cc=cmip;view=toc;subview=short;idno=cmip052


Another Look at the Indonesian Coup -Harold Couch 

http://www.sukarnoyears.com/books/Indonesian%20Coup.pdf

CASE STUDY: THE INDONESIAN KILLINGS OF 1965-1966 Dr Katharine E.McGregor 
http://www.massviolence.org/The-Indonesian-Killings-of-1965-1966?decoupe_recherche=indonesia
The Indonesian Massacres. ROBERT CRIBB
https://tandfbis.s3.amazonaws.com/rt-media/pdf/9780415871921/chapter7_the_indonesian_massacres.pdf

Sexual Slander and the 1965-1966 Mass Killings in Indonesia : Political dan Methodological Consederations Saskia Eleonora Wieringa

http://www.atria.nl/epublications/IAV_B00103570.pdf

The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia
(Journal of Current Southeast Asia Affairs)

http://journals.sub.uni-hamburg.de/giga/jsaa/issue/view/102

Introduction: The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia Annie Pohlman

The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya – Yosef Djakababa

The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965 – Mathias Hammer

Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965–1966 – Jess Melvin

Child-raising, Childbirth and Abortion In Extremis: Women’s Stories of Caring for and Losing Children during the Violence of 1965–1966 in Indonesia – Annie Pohlman

Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia – Sri Lestari Wahyuningroem

Documentation: Reports by Human Rights and Victim Advocacy Organisations in Indonesia: Reconciling the Violence of 1965 – Annie Pohlman

Still Uninvestigated After 50 Years: Did the U.S. Help Incite the 1965 Indonesia Massacre? Prof Peter Dale Scott

http://www.globalresearch.ca/still-uninvestigated-after-50-years-did-the-u-s-help-incite-the-1965-indonesia-massacre/5467309

Truth Will Out: Indonesian Accounts of the 1965 Mass Violence

http://books.publishing.monash.edu/apps/bookworm/view/Truth+Will+Out%3A+Indonesian+Accounts+of+the+1965+Mass+Violence/170/OEBPS/toc.htm

Neglected Duty: Providing Comprehensive Reparations to the Indonesian “1965 Victims” of State Persecution. ICTJ; Teresa Birks. 
https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-Indonesia-Reparations-Victims-2006-English.pdfIndonesias unresolved mass murders : Undermining Democracy – TAPOLhttp://tapol.org/sites/all/modules/custom/tpl_sorry/docs/Indonesias_unresolved_mass_murders.pdfIndonesia 65 Documents  Amnesty Internasionalhttp://www.indonesia1965.org/wordpress/




 

  1. video online

 

 

Senyap – The Look of Silence

https://www.youtube.com/watch?v=RcvH2hvvGh4

https://www.youtube.com/watch?v=kCpIheMxuu4

Jagal – The Act of Killing (full movie)

https://www.youtube.com/watch?v=3tILiqotj7Y

https://www.youtube.com/watch?v=iMhJu0-h7Vc

Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (1)

http://www.youtube.com/watch?v=wF3LWTUJlBI


Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (2)

https://www.youtube.com/watch?v=Dey07iYEKAc

The Shadow Play (CIA roles in Indonesian Killings of 1965-1966
https://www.youtube.com/watch?v=lTBCHvumJvA

Saya Rasa Itu Sulit Dilupakan

https://www.youtube.com/watch?v=cI2Nuq8rtKk

Plantungan: “Pictures of suffering and a woman’s power

http://www.engagemedia.org/Members/Kontras/videos/Plantungan/view

Tjidurian 19: Rumah Budaya yang Dirampas (Seized Culture House)

http://www.engagemedia.org/Members/emnews/videos/tjidurian19/view

yang bertanah air, tak bertanah

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRSC0wR0VHUjJOckU&usp=drive_web

Imam Komunis

https://youtu.be/7YgPlVprxyg?list=PLQod53Aun8dDofVycTNgwL4Cf_ze2PoVn

api kartini

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gROFFFdFg4Uk4yQUE&usp=drive_web

Indonesia: Menyemai Terang Dalam Kelam

https://www.youtube.com/watch?v=YtliUXbFN-k

Indonesia: Perempuan Yang Tertuduh

https://www.youtube.com/watch?v=5-N_oDAu2C0

Para Perempuan yang Mengubur Dendam
https://www.youtube.com/watch?v=WM1CxUScKY0

Indonesia: Kado Untuk Ibu

https://www.youtube.com/watch?v=cpd4WJuzS3E

Tumbuh Dalam Badai Anak Korban Stigma 1965

https://www.youtube.com/watch?v=2iKYGQgFG6o&list=PLQod53Aun8dDofVycTNgwL4Cf_ze2PoVn&index=5


40 Years of Silence

https://www.youtube.com/playlist?list=UURpL0eEl3jtevGSrtg1XqHwMass Grave in Indonesia (Kuburan Massal) 1
https://www.youtube.com/watch?v=NXhVUWbHYFo&list=PLD0133E8F5E4BD466&index=1Mass Grave in Indonesia (Kuburan Massal) 2
https://www.youtube.com/watch?v=UFPZs7ts10I&list=PLD0133E8F5E4BD466&index=2


sang penari (dari novel ronggeng dukuh paruh)

https://www.youtube.com/watch?v=KH9byr21PRs


The New Rulers of The World

https://www.youtube.com/watch?v=79pt0VkXPmI
film ini baik untuk memahami konteks global persoalan kedaulatan politik-ekonomi negeri ini termasuk memahami konteks global genosida 65


Dance of the Missing Body
http://www.engagemedia.org/Members/kotakhitamforum/videos/dance_of_the_missing_body
Kuliah Umum Buku: “The Dance That Makes You Vanish. Cultural Reconstruction in Post-Genocide Indonesia”, oleh Rachmi Diyah Larasati, tanggal 5 Juli 2013, di Indonesian Visual Art Archive
https://www.youtube.com/watch?v=7X0261Po71M#t=11

Lifting Dignity: A Short Note of Putu Oka Sukanta

http://asia-ajar.org/2015/08/lifting-dignity-a-short-note-of-putu-oka-sukanta/

r.i (restoran Indonesia)

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRMXNNVVFWUzlKMGM&usp=drive_web

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (I)

https://www.youtube.com/watch?v=cMB_jIzQLzA

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (II)

https://www.youtube.com/watch?v=HfGE67cHtrk

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (I)

https://www.youtube.com/watch?v=km-jTuUHL8c

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (II)

https://www.youtube.com/watch?v=c_Ar1bTLe9o

Mia Bustam dan Lekra

https://www.youtube.com/watch?v=Bsd2RsWs9aY

Oey Him Wie: memori tentang Buru

https://www.youtube.com/watch?v=yKpF_pbrBoo

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Sulistyowati

http://asia-ajar.org/2015/06/in-defiance-voices-of-torture-survivors-sri-sulistyowati/

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Suprapti

http://asia-ajar.org/2015/06/in-defiance-voices-of-torture-survivors-sri-suprapti/

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Tan Swie Ling

http://asia-ajar.org/2015/06/in-defiance-voices-of-torture-survivors-tan-swie-ling/


Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer
https://www.youtube.com/watch?v=A7OGfkAr-xc
Filastine – Genjer-Genjer

www.youtube.com/watch?v=Y_XS_2Hni8w



KISAH PARA EKSIL 65

Cerita para eksil 1965: ‘Identitas dicabut, seolah nyawa dicabut’

https://www.youtube.com/watch?v=HXqHgsJkZcY

Menunggu puluhan tahun di Praha untuk paspor Indonesia

https://www.youtube.com/watch?v=thocy6rJCvI

Ribuan buku peristiwa 1965: Mengubah kesedihan menjadi kekuatan

https://www.youtube.com/watch?v=MQcfy04O1dk

‘Tertahan pulang’, Florensia jadi dokter tujuh tahun di Perang Vietnam

https://www.youtube.com/watch?v=9ONVwtfjIwI

Cucu eksil: Peristiwa 1965, sejarah yang tak boleh dilupakan

https://www.youtube.com/watch?v=1ozkegc9zrg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s