Didot Klasta Harimurti : Korban2 & Versi2; Mereka Membunuh [art project on 65] [genosida 1965; tragedi 1965]

Simak! Temuan dan Rekomendasi Majelis Hakim International People’s Tribunal 65

PUTUSAN AKHIR MAJELIS HAKIM IPT 1965 (teks terjemahan)  http://www.tribunal1965.org/id/putusan-akhir-majelis-hakim-ipt-1965/
Korban2 & Versi2 mengeksplorasi aspek-aspek korban dan versi
dalam ‘Peristiwa 65’; pembantaian dan penindasan terhadap anggota-anggota
Partai Komunis Indonesia di tahun 1965 sampai akhir 60an. Setidaknya sekitar 2
juta orang dibunuh. Penindasan ini sejatinya terus berlangsung hingga hari ini.
Saya berusaha merepresentasikan keluasan dan kompleksitas pengertian korban
sekaligus investigasi berbagai versi ‘fakta’, sudut pandang, narasi mengenai
peristiwa ini. Korban2 & Versi2 saya kembangkan tahun 2013 dan berlanjut selama
program residensi di Perth Intitute of Contemporary Arts, Australia tahun 2014
dimana karya ini sekaligus dipamerkan di studio saya.


seluruh karya poster di bagian ini adalah karya 
*pemuatannya/publikasi ini atas seijin yang bersangkutan. 
hormatku kamrad 
(admin lenteradiatasbukit)

sila klik pameran online genosida 65-66 : 

PRAKATA LITERASI GENOSIDA 1965-1966, Dadang Christanto, Sanggar Bumi Tarung,Dolorosa SinagaElisabeth Ida Mulyani,  Dewi CandraningrumYayak Yatmaka, Koes Komo, Nobodycorp. Internationale Unlimited, Komunal Stensil, ,Didot Klasta Harimurti, Made Bayak , Andreas IswinartoTARINGPADI, Obed Bima WicandraMars Nursmono, Gregorius Soeharsojo Goenito,  SILENCE & ABSENCE [Adrianus Gumelar Demokrasno – Bunga Siahaan] Kerja Manusia dan Matahari – Misbach Tamrin,   Daniel ‘Timbul’ Cahya Krisnakolaborasi Jagal Bukan Pahlawan!;  mozaik rupa : kuburan massal 65-66 bernama ‘indonesia’ Awas 30 S Art Project,  Daniel Rudi HaryantoTerrorPaint-Benk Riyadi-Riza-Suhendra-Awank,Rista Dwi I, Koleksi Foto Kamp Konsentrasi Tahanan Politik 65, The Act of Living – Perempuan Penyintas 1965 (feature foto)Okty Budiarti – KAMI BERNYAWA : Butiran Aksara Untuk Tragedi 65Kharisma Jati (komik), Aji Prasetyo (komik), Arip Hidayat (komik), Evans Poton dkk(komik), Eko S Bimantara (Komik), Museum Bergerak 1965Museum Rekoleksi Memori,  ‘Mwathirika’ and The Victim’s Silent Tale Kesetiaan, Keteguhan, Kesunyian Hingga Akhir Hayat (Mengenang Basuki Resobowo), Spatial History : Pertanyaan Subversi Irwan Ahmett Soal Supersemar (Presentasi Seni),  Amanat Konstitusi Yang Terpenggal : UUPA, Landreform, Gerakan Tani dan #Genosida65 ; Tak Hanya Ribuan Kepala, Proklamasi 17-8-1945 Pun Ditebas (Ekopol Genosida 1965) 

 

simak juga

Putusan Akhir Majelis Hakim International People’s Tribunal 65Rumah Baca (Pustaka) Genosida 65Kumpulan Tesis dan Disertasi Terkait Genosida 1965“The 1965 Coup in Indonesia: Questions of Representation 50 Years Later” – LITERARY STUDIES CONFERENCE SANATA DHARMA Lekra, Sastra dan 1965; Putu Oka Sukanta : Menulis Adalah Perjuangan Untuk Hidup, Umi Sardjono, Sulami, Gerwani, Fitnah Lubang Buaya dan Genosida 65‘Dance of the Missing Body’ : Mengenali Tubuh Menari dan Sejarah Kekerasan bersama Rachmi Diyah LarasatiNestapa Eksil 1965, Klayaban di ‘Pengasingan’; Sastra Yang Membela Korban dan Meretas Kabut Sejarah Genosida 1965Syawal Itu Merah, INGAT 65 [Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65]Bioskop Jejak Genosida 65 (bagian 1),  Bioskop Jejak Genosida 65 (bagian 2), Bioskop Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (Pramoedya Ananta Toer)Film Sang Penari : Menari Sembari Menumpang Kereta Sejarah… Tsunami Sosial-Politik 1965 Tanpa Menyisakan Luka?,  Melawan Tabu dan Kebisuan, Mensubversi Film Propaganda Hitam Pengkhianatan G30S/PKIPaduan Suara Dialita : Salam Harapan Padamu KawanPrison SongMusik Tigapagi – SembojanAlbum Lagu Genjer-genjerEvil Wars In 1965 (Musik Benny Soebardja dkk)The Act of Killing Mixtape (kompilasi musik),  Stand Up Comedian Melawan Tabu-Melawan Lupa [Jasmerah] Sejarah Gerakan Kiri Yang Dihilangkan

 
 
 
 
 
 
versi lebih lengkap klik
 
 
Mereka Membunuh; menelusuri pelaku dalam pembunuhan /
kekerasan massal di Indonesia – ‘Peristiwa 65’; yaitu pembantaian dan
penindasan terhadap anggota-anggota Partai Komunis Indonesia di tahun 1965
sampai akhir 60an. Setidaknya sekitar 2 juta orang dibunuh. Penindasan ini
sejatinya terus berlangsung hingga hari ini, Menelusuri tindakan kekejamannya
dan motifnya. Ini juga pencarian introspektif ke dalam ceruk-ceruk gelap hasrat
kita semua. Sebab para pelaku ini bukan makhluk asing yang hanya tinggal selama
2 jam dalam filem triler Holiwud dengan kekerasan fiktifnya. Melainkan manusia
nyata, yang melakukan kekerasan nyata, menumpahkan darah nyata dari korban
manusia nyata.
 
 
didot klasta himself
 
 
Aku
datang dari segelap-gelapnya kegelapan. Kedalaman relung-relung dingin, lembab,
busuk … hati manusiamu. Aku menggerogoti jiwamu. Bercampur darah hitam terbakar
merah. Menggelegak … Berbuih … Mendidih … Berkobar … Panas menjalari pelosok
tubuhmu. Jadi gumpal-gumpal api di kepalan tangan-tanganmu … Angkara

Aku
datang dari segelap-gelapnya kegelapan. Menjelma orang-orang bermata buas. Di
atas truk-truk hitam tak dikenal dengan geram mesin bagai seringai mimpi buruk
terjaga nanap. Mendatangi mereka di tengah malam jahanam. Berangkat dalam diam
menuju ide-ide kekerasan di kepalamu. Dan mereka berdoa pada tuhan-tuhannya.
Antara hidup dan mati dan hidup dan mati atau hidup atau mati atau hidup atau
mati. Dan aku lebih tuhan dari tuhan. Aku … Eksekusi
 

Aku
datang dari segelap-gelapnya kegelapan. Untuk menghabisi, hanya menghabisi.
Mungkin aku akan membunuh. Kutebas batang lehernya. Kumuncratkan otaknya.
Kuberondong dadanya seribu lubang dengan senapan otomatis. Kubakar seluruh
keluarganya. Kunista harga dirinya. Langsung mati atau pelan-pelan mati.
Tergantung napsuku akan kepuasan

Aku
datang dari segelap-gelapnya kegelapan. Di malam laknat paling laknat itu
mungkin ia kuperkosa dengan brutal. Atau dengan kelembutan yang mengancam.
Mungkin cukup kuremukkan jari kakinya. Atau rangkaian penyetruman melumpuhkan
mungkin lebih menyenangkan. Bisa apa saja, apapun hal keji yang bisa
dibayangkan peradaban. Sebab aku maha kuasa. Atau mungkin kulepas pergi. Dan
kusaksikan mereka menyembahku dengan terkencing-kencing lantas berlari,
berlari, berlari dan lari dan lari dan lari. Membawa bayanganku yang
membunuhnya berkali-kali, lagi dan lagi dan lagi

Aku
datang dari segelap-gelapnya kegelapan. Sebab ingin menguasai dunia. Sebab
ingin jadi presiden. Sebab ingin masuk sorga. Sebab ingin mulia. Ingin memiliki
rumahnya. Ingin merebut istrinya. Ingin tetap menjadi tuan tanah. Ingin tetap
menjadi tuan atas budak-budak. Ingin mendapat sekantung upah. Ingin menjilat
pantat bossku. Aku tak ingin diancam keadilan. Aku tak ingin kehilangan hak-hak
istimewa. Aku tak ingin mati sebab tidak membunuhnya. Aku tak tahu apa yang
kulakukan. Sebab aku telah jadi gila. Di dunia yang telah lama sudah gila

Apakah
ini cerita masa lalu? Apakah ini tentang pertobatan? Bukan, sama sekali bukan

Dulu
telah kau bakar apa saja untuk membangun megah kekaisaran apimu. Tentu kau tak
akan memadamkannya atau membiarkan siapapun memadamkannya.
Mungkin
kau akan mengaku kebiadabanmu, dengan bangga. Sebuah pengakuan sebagai pertanda
kuasa
yang menyala-nyala


Didot
Klasta
 
 
versi lebih lengkap klik
 


bahan bacaan berupa buku dan video online

A. ebook, book online

*beberapa bahan bacaan tidak semata-mata menyoal genosida 65

Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.


baca dan unduh  Majalah BHINNEKA Edisi Setengah Abad Genosida”65 
atau
Yang Dibredel Itu! Kini siap diunduh: Salatiga Kota Merah (Lentera) di
Buletin Pamflet : Kotak Pandora 1965
 
Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966
John Roosa Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto ( ISSI dan Hasta Mitra, 2007) 
Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk)
Mendengar Suara Perempuan Korban Peristiwa 1965
Menyusul Puzzle Pelanggaran HAM 65 : Blitar dan Buton  http://www.kontras.org/buku/MENYUSUN_PUZZLE_PELANGGARAN_HAM_1965.pdf
 Tanah Berdarah Di Bumi Merdeka : Menelusuri Luka-Luka Sejarah 1965 – 1966 Di Blora
Tuturan Penyintas Tragedi 65 : Sulawesi Bersaksi
Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966 di Kota Palu
melawan lupa narasi-narasi komunitas taman 65 bali

Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto
Pulangkan Mereka! Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa Di Indonesia
Djinah 1965, Years of Silence – Evans Poton.
Indonesia Yang Dibayangkan: Peristiwa 1965-1966 dan Kemunculan Eksil Indonesia 

Kisah Para Perempuan Penyintas yang Tak Kunjung Meraih Keadilan

(khususnya hal 43-141 yang terkait penyintas 65)

Bab 3. Para Nenek Yang Berjuang Demi Keadilan dan Kebenaran

Bab 4. Berjuang Dalam Lingkaran Kekerasan dan Trauma

Bab 5. Nusa Tenggara Timur : Kekerasan Yang Dirahasiakan

http://www.asia-ajar.org/files/Indonesia%20Report%20-%20Bertahan%20dalam%20Impunitas-low.pdf

Penggambaran GERWANI sebagai Kumpulan Pembunuh dan Setan 
(Fitnah dan Fakta Penghancuran Organisasi Perempuan Terkemuka)
baca juga KUNTILANAK WANGI -Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950

https://www.academia.edu/9654687/Kuntilanak_Wangi

Akar dan Dalang – Suar Suroso
 
Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia – Yoseph Tugio Taher https://www.academia.edu/4437590/ULTIMUS_mengorek_abu_sejarah_hitam_indonesia_edit_012

Narasi-narasi Ingat 65 – Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65

REPRESENTASI TRAGEDI 1965 :
KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA &NONSASTRA 66-98

Hilmar Farid : Indonesia’s Original Sin : Mass Killing and Capitalist Expansion 1965-1966

http://www.scribd.com/doc/28704618/Hilmar-Farid-Indonesia-s-Original-Sin
A Prelimenary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia 
– Benedict Andreason and Ruth Mc Vey

Another Look at the Indonesian Coup -Harold Couch 
Sexual Slander and the 1965-1966 Mass Killings in Indonesia : Political dan Methodological Consederations Saskia Eleonora Wieringa
Introduction: The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia Annie Pohlman
The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya – Yosef Djakababa
The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965 – Mathias Hammer
Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965–1966 – Jess Melvin
Child-raising, Childbirth and Abortion In Extremis: Women’s Stories of Caring for and Losing Children during the Violence of 1965–1966 in Indonesia – Annie Pohlman
Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia – Sri Lestari Wahyuningroem
Documentation: Reports by Human Rights and Victim Advocacy Organisations in Indonesia: Reconciling the Violence of 1965 – Annie Pohlman
Still Uninvestigated After 50 Years: Did the U.S. Help Incite the 1965 Indonesia Massacre? Prof Peter Dale Scott
Truth Will Out: Indonesian Accounts of the 1965 Mass Violence
Neglected Duty: Providing Comprehensive Reparations to the Indonesian “1965 Victims” of State Persecution. ICTJ; Teresa Birks. 
https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-Indonesia-Reparations-Victims-2006-English.pdfIndonesias unresolved mass murders : Undermining Democracy – TAPOLhttp://tapol.org/sites/all/modules/custom/tpl_sorry/docs/Indonesias_unresolved_mass_murders.pdfIndonesia 65 Documents  Amnesty Internasionalhttp://www.indonesia1965.org/wordpress/



 
B. video online
 
 
Senyap – The Look of Silence
Jagal – The Act of Killing (full movie)
Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (1)

Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (2)
The Shadow Play (CIA roles in Indonesian Killings of 1965-1966
https://www.youtube.com/watch?v=lTBCHvumJvA
Saya Rasa Itu Sulit Dilupakan
Plantungan: “Pictures of suffering and a woman’s power
Tjidurian 19: Rumah Budaya yang Dirampas (Seized Culture House)
Imam Komunis
Indonesia: Menyemai Terang Dalam Kelam
Indonesia: Perempuan Yang Tertuduh
Para Perempuan yang Mengubur Dendam
https://www.youtube.com/watch?v=WM1CxUScKY0
Indonesia: Kado Untuk Ibu
Tumbuh Dalam Badai Anak Korban Stigma 1965

40 Years of Silence

sang penari (dari novel ronggeng dukuh paruh)

The New Rulers of The World
https://www.youtube.com/watch?v=79pt0VkXPmI
film ini baik untuk memahami konteks global persoalan kedaulatan politik-ekonomi negeri ini termasuk memahami konteks global genosida 65

Dance of the Missing Body
http://www.engagemedia.org/Members/kotakhitamforum/videos/dance_of_the_missing_body
Kuliah Umum Buku: “The Dance That Makes You Vanish. Cultural Reconstruction in Post-Genocide Indonesia”, oleh Rachmi Diyah Larasati, tanggal 5 Juli 2013, di Indonesian Visual Art Archive
https://www.youtube.com/watch?v=7X0261Po71M#t=11
Lifting Dignity: A Short Note of Putu Oka Sukanta

http://asia-ajar.org/2015/08/lifting-dignity-a-short-note-of-putu-oka-sukanta/


r.i (restoran Indonesia)

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRMXNNVVFWUzlKMGM&usp=drive_web

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (I)

https://www.youtube.com/watch?v=cMB_jIzQLzA

 

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (II)

https://www.youtube.com/watch?v=HfGE67cHtrk

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (I)

https://www.youtube.com/watch?v=km-jTuUHL8c

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (II)

https://www.youtube.com/watch?v=c_Ar1bTLe9o

 

Mia Bustam dan Lekra

https://www.youtube.com/watch?v=Bsd2RsWs9aY

 

Oey Him Wie: memori tentang Buru

https://www.youtube.com/watch?v=yKpF_pbrBoo

 

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Sulistyowati
In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Suprapti
In Defiance: Voices of Torture Survivors, Tan Swie Ling

Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer
https://www.youtube.com/watch?v=A7OGfkAr-xc
Filastine – Genjer-Genjer
www.youtube.com/watch?v=Y_XS_2Hni8w


KISAH PARA EKSIL 65

Cerita para eksil 1965: ‘Identitas dicabut, seolah nyawa dicabut’
Menunggu puluhan tahun di Praha untuk paspor Indonesia
Ribuan buku peristiwa 1965: Mengubah kesedihan menjadi kekuatan
‘Tertahan pulang’, Florensia jadi dokter tujuh tahun di Perang Vietnam
Cucu eksil: Peristiwa 1965, sejarah yang tak boleh dilupakan
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s