Andreas Iswinarto : : KEMANUSIAAN TAK BISA DIBUNGKAM [pameran online] [genosida 1965; tragedi 1965]

 

Simak! Temuan dan Rekomendasi Majelis Hakim International People’s Tribunal 65

PUTUSAN AKHIR MAJELIS HAKIM IPT 1965 (teks terjemahan)  http://www.tribunal1965.org/id/putusan-akhir-majelis-hakim-ipt-1965/
KEMANUSIAAN TAK BISA DIBUNGKAM
 
(lawan penggelapan sejarah dan masa depan negeri)

 

Simak juga 110 ‘entry’ tematik lainnya pada link berikut

Prakata dan Daftar Isi Genosida 1965-1966

 

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

 

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

 
 
bagian 1 emak e tole nembange genjer-genjer
bagian 2 Lawan Penggelapan Sejarah 65-66 dan Masa Depan Negeri! 
bagian 3 setengah abad kesunyian dan seri poser genosida politik 1965-1966
bagian 4 senyap – αποκαλυψις/apocálypsis
simak juga puluhan ebook dan video online tentang 65 pada bagian akhir
 
 
“Kebenaran memang tidak pernah absolut dan manusia tidak pernah lepas dari interpretasi. Namun hal ini bukan berarti bahwa manipulasi dan pembohongan bisa dibiarkan dan disamakan dengan suatu bentuk interpretasi. Ada hal yang jauh berbeda dari manipulasi dan interpretasi.
 
Dan seni bisa digunakan untuk menutupi, bahkan mendukung manipulasi publik. Hal ini telah terjadi pada masa Orde Baru. Namun dalam karya-karya Andreas Iswinarto, seni adalah untuk mempertanyakan dan melawan manipulasi yang telah merajalela. Seperti kata George Orwell: Pada masa kebohongan universal merajalela, menyatakan kebenaran menjadi hal yang radikal.”
 
Soe Tjen Marching
 
 
Mereka yang bersenjatakan senapan dan peluru, mereka yang mempersiapkan diri menghadapi meriam dan tank, seringkali, sejarah menunjukkan, takut pada kata, warna, nada, juga gerak. Mereka takut pada seni yang tak mereka mengerti tapi mampu menggugah orang ramai.
 
Tidak heran jika di bawah kuasa tiran otoritarian pemberangusan berekspresi menjadi sebuah hal yang lazim. Pengusiran dan penggusuran jadi hal yang biasa, dan kekerasan menjadi bagian dari bahasa politik. Ketika kebebasan rakyat dirampas, para penguasa sebetulnya sedang memindahkan ketakutan mereka.
 
Seni yang mengikrarkan diri memuliakan manusia dan kemanusiaan selayaknya membebaskan manusia dari ketakutan ini. Karena kuas lebih tangguh dari peluru!
 
Joshua Oppenheimer
 
 
 
karya Andreas Iswinarto 
klik portofolio perupa 

bagian 1 emak e tole nembange genjer-genjer
#NyanyianYangDibungkam #ApinyaTakkanPadam
 
 
kalabendu 01
emak e tole, nembange genjer-genjer 02
 
emak e tole, nembange genjer-genjer 03
si fasis; sang patriark itu
(dai nippon lantas orba)
 
 
fondasi jalan tol pembangunanisme (kapitalisme)
emak e tole, nembange genjer-genjer 04
 
(Biji – Kesaksian.) Bunga (Kebenaran) dan Tembok (Sejarah Palsu-‘Sejarah Berseragam”)
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
 
(dipetik dari Bunga dan Tembok – Wiji Thukul)

emak e tole, nembange genjer-genjer 05

 

 

emak e tole, nembange genjer-genjer 06
survivor
 
 

‪#‎NyanyianyangDibungkam‬ ‪#‎ApinyaTakkanPadam‬
emak e tole, nembange genjer-genjer (07)

fitnah seksual lubang buaya dan pembantaian massal (si ‘kambinghitam’)
emak e tole, nembange genjer-genjer (08)

 
 
bagian 2 Lawan Penggelapan Sejarah 65-66 dan Masa Depan Negeri! 
momok hiyong
(terinspirasi puisi wiji thukul)
negri ngeri
karpet merah kapitalisme (neo-imperialisme)

Fondasi dan Jalan Tol Kapitalisme Indonesia (Pembangunanisme)

nekolim terkekeh-kekeh
kekayaan alam dan kedaulatan ekonomi digadaikan
berdansa tango dan cha cha diatas ladang pembantaian
monumen bapak pembangunan (jagal)
bintang jasa pembantaian
lawan impunitas para jenderal
 
politik sepatu lars / militerisme
ring of fire (lingkaran setan  kekerasan)
baratayudha (pandawa) palsu. sejarah palsu
rezim kekerasan (politik, ekonomi, sosial, budaya) terus berlanjut
tuturan (ingatan) mengalir sampai jauh (1)
tuturan (ingatan) mengalir sampai jauh 2
no more killing field (1)
no more killing field (2)
bersih desa
daftar merah
kali anyir
eksekusi tanpa pengadilan. tak tercatat
kubur massal buruh dan gerakan buruh
liang lahat
kubur massal petani, uupa dan gerakan tani
genjer-genjer, fitnah seksual dan penghancuran gerakan perempuan
kubur massal gerakan dan sejarah perempuan
jejak hitam pulau buru
bingkai sejarah 65-66
setengah abad kesunyian (1965-2015)
…selama belum ada pertanggungjawaban negara, pelanggaran HAM (hak asasi manusia) berat (kejahatan kemanusiaan) merupakan kejahatan yang berkelanjutan.
 
 

 

bab-bab sejarah harus diperjuangkan dan masa depan harus direbut

nyalakan api kebenaran
menolak lupa, menolak diam
menanam (benih kebenaran dan keadilan) adalah melawan

seri setengah abad kesunyian

untitle 1
untitle 2
 
akar ‘beringin’

lolong telinga yang tertukar
 
langkah-langkah tak berjejak
akar dan dalang
(meminjam judul buku Suar Suroso diterbitkan Ultimus)
gua garba luka, merunduk malam
menulis kitab malam
banyak yang tidak diterbitkan, lebih banyak lagi yang tidak dituliskan
Pesta Emas, Jenderal?
api revolusi, api cinta, hingga ajal menggelinding

seri senyap – αποκαλυψις/apocálypsis* #50Tahun65

*αποκαλυψις/apocálypsis – membukakan, menyingkapkan sesuatu yang tersembunyi
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s