Senyap Bukan Berarti Diam : Rekonsiliasi Nasional Peristiwa Pasca Gestapu Ala Guru Sejarah [Diah Wahyuningsih Naat]

2 film besutan Joshua Oppenheimer yang mengangkat derita dari catatan sejarah bangsa Indonesia merupakan salah satu langkah yang begitu mengagumkan. Tidak jarang membuat kita mengerutkan dahi saat mendengarkan tuturan para jagal ketika mencabut dan menyiksa korban-korbannya. Sejarah ini membuka mata batin bagi penonton atas apa yang telah diperbuat saudara-saudara kita sendiri terhadap saudara lainnya.

Jagal dan Senyap adalah representatif faktual yang berhasil menghadirkan potongan-potongan cerita menjadi narasi sejarah yang sebenarnya. Meski banyak pro dan kontra, namun setidaknya film ini bisa memicu semangat bagi para penyitas ataupun mereka yang ingin tahu lebih dalam atas peristiwa di tahun 1965-66. Film Senyap lebih bisa membuat kita berpikir untuk mencari fakta-fakta sejarah yang sengaja atau tidak sudah terkumpul dengan begitu mengerikan.

Bagi saya sebagai guru sejarah, film ini sangat pantas untuk dipertontonkan pada murid. Apalagi murid di tingkat SMA dimana alam pikiran mereka bergerak dengan begitu dinamis. Saat alam pikiran itu terjebak pada satu pertanyaan terhadap narasi sejarah maka guru sejarah dituntut untuk berkata benar. Tidak perlu takut untuk mengutarakan kebenaran sejarah demi meluruskan sejarah bangsa ini.

Bila sekarang, banyak peristiwa yang menjegal dari para turunan jagal atau mereka yang nurut pada cerita para penjagal bukan berarti kita yang waras ikut membenarkan aksi mereka. Senyap bukan berarti diam, diam juga bukan berarti tidak berpikir. Dalam berpikir kita dituntut untuk memformulasikan tindakan. Apakah kita ingin narasi sejarah yang salah dibiarkan tanpa diluruskan??

Berilah kesempatan pada pemuda agar paham dengan sejarah bangsanya. Buka juga hati para guru agar tidak diam dalam kesenyapan. Menjadi pemberani bukan berarti melawan negara. Negara kita sudah terlalu sakit karena kebohongan sejarah. Kita harus melakukan sesuatu yang berharga demi menarasikan sejarah yang benar

Senyap Bukan Berarti Diam – Diah Wahyuningsih Naat

 

 “……Banyak hal yang bisa diperoleh bila keinginan mengubah pemahaman sejarah bangsa dimulai dari level SMA/SMK, bahkan dengan hanya memutarkan film Jagal dan Senyap saja. Beberapa peserta didik saya terpancing mengakui sejarah masa lalu keluarganya. Di antara mereka berani mengungkap cerita tentang kakek-nenek mereka, yang ternyata menjadi bagian pembantaian dan juga dipinggirkan karena dianggap PKI.

Sadarkah kita bila semua guru sejarah memilih langkah sederhana ini akan memancing pengakuan-pengakuan baru identitas peserta didik maka rekonsiliasi bisa diawali dari tingkat sekolah. Secara psikologis, ‘pancingan’ guru sejarah ketika bicara peristiwa pasca Gestapu menjadi jalan mempertemukan mereka dengan peristiwa sebenarnya. Sentuhan guru sejarah kepada peserta didik berhasil menciptakan pemahaman baru informasi sejarah yang telah diselewengkan selama puluhan tahun.

Dalam membangun perspektif sejarah bangsa Indonesia, sudah selayaknya dimulai dari hal terkecil sekalipun tanpa disadari menciptakan gebrakan besar. Terlalu lama kita berkutat pada segala kajian yang belum tentu menggugah negara untuk mengakuinya. Meski akan hadir rasa ketakutan bagi guru sejarah seperti saya, namun perjuangan meluruskan sejarah menjadi tanggung jawab moral yang diemban guru sejarah itu sendiri. Dari guru-guru sejarah yang berwawasan humanis, perjuangan menolak lupa atas peristiwa masa lalu yang menyayat hati mungkin bisa menghadirkan pemahaman baru di diri peserta didik.

Rekonsiliasi bukan sekedar perjuangan para aktivis HAM. Rekonsiliasi harus diupayakan oleh seluruh isi negeri Indonesia. Ketika Rekonsiliasi Nasional diupayakan dimulai dari peristiwa pelanggaran HAM masa lalu yang berskala nasional di sekolah-sekolah, maka pelanggaran HAM lainnya turut dituntaskan oleh pemerintah.”

Dipetik dari artikel Diah Wahyuningsih Naat guru sejarah di SMAN.4 Batam dan Inisiator pemutaran film Senyap di Universitas Riau Kepulauan. Rekonsiliasi Nasional Peristiwa Pasca Gestapu Ala Guru Sejarah –

https://indoprogress.com/2015/10/rekonsiliasi-nasional-peristiwa-pasca-gestapu-ala-guru-sejarah/

 

Murid-murid bicara peristiwa 65 – Diah Wahyuningsih Naat

https://medium.com/ingat-65/murid-murid-bicara-peristiwa-65-1089cb0553f4

 

 

High school teacher introduces alternative narratives on 1965 tragedy (Berita Media)

http://www.thejakartapost.com/news/2016/04/17/high-school-teacher-introduces-alternative-narratives-on-1965-tragedy.html

 

 

Guru Sejarah Tak Gentar Ajarkan Tragedi ’65 (Berita Media)

http://news.analisadaily.com/read/guru-sejarah-tak-gentar-ajarkan-tragedi-65/179892/2015/10/16

 

 

DEMOKRATISASI PENGETAHUAN GURU SEJARAH – SOLUSI MAL PRAKTEK SEJARAH

http://lenteradiatasbukit.blogspot.co.id/2017/05/demokratisasi-pengetahuan-guru-sejarah.html

 

9a
Daniel ‘Timbul’ Cahya Krisna – karya ilustrasi dalam Novel Pulang

 

 

Artikel/Opini Lainnya

 

Tahun Itu Memang Tak Pernah Berakhir Tuan? – Diah Wahyuningsih Naat

http://ypkp1965.org/blog/2016/07/28/tahun-itu-memang-tak-pernah-berakhir-tuan/

 


Surat Untuk Hilmar Farid – Diah Wahyuningsih Naat

https://indoprogress.com/2016/01/surat-untuk-hilmar-farid/

 

Kartini dan Gerwani – Diah Wahyuningsih Naat

http://ypkp1965.org/blog/2017/04/21/kartini-dan-gerwani/

 

Memutus Mata Rantai Kebencian Terhadap Golongan Kiri – Diah Wahyuningsih Naat

http://ypkp1965.org/blog/2016/08/05/memutus-mata-rantai-kebencian-terhadap-golongan-kiri/

 

 

simak juga studi berikut

Respon Guru Sejarah Sekolah Menengah Atas terhadap Wacana Alternatif Tragedi Kemanusiaan 1965 – Kartika Pratiwi

http://e-journal.usd.ac.id/index.php/Retorik/article/download/171/157

 

P1200583

 

Simak 120 ‘entry’ tematik lainnya pada link berikut

Prakata dan Daftar Isi Genosida 1965-1966

Road to Justice : State Crimes after Oct 1st 1965 (Jakartanicus)

14542544_1036993449746974_4443364972569517121_o

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s